Politikus PDIP: Ahok Tak Tahan Lihat Jokowi Rusak Demokrasi

Kamis, 08 Februari 2024 – 16:28 WIB
Direktur TPN Ganjar-Mahfud Charles Honoris bersama Ahok dan Ganjar Pranowo. Foto: source for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Sosok Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok belakangan kembali menyita perhatian publik.

 Di media sosial X (Twitter), Ahok dianggap sebagian warganet sebagai ‘kuda putih’ Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

BACA JUGA: Ahok Mengaku Masih Waras jika Ingin Menyerang Jokowi

Julukan itu disematkan pada Ahok posisinya yang sekarang mendukung Ganjar-Mahfud.

Menurut pandangan publik, Jokowi sengaja menempatkan Ahok untuk mencegah pasangan calon (paslon) Ganjar Pranowo-Mahfud Md bergabung dengan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, guna menghadapi Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming di putaran kedua Pemilihan Presiden (Pilpres).

BACA JUGA: Beredar Video Ahok Sebut Prabowo, Gibran dan Jokowi Tidak Bisa Bekerja, David Herson Merespons

Menanggapi itu, politikus PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Hanteru Sitorus  menegaskan narasi soal 'kuda putih' itu sangat tak masuk akal.

Menurutnya, itu bukan alasan Ahok sampai meninggalkan jabatannya di Pertamina demi mendukung Ganjar.

BACA JUGA: Cak Imin Yakin Ahok Bukan Kuda Putih Jokowi

"Ahok itu keluar dari Pertamina karena tidak tahan melihat Jokowi menggunakan kekuasaan untuk memenangkan anaknya, merusak tatanan, merusak demokrasi," tegas Deddy di akun Tiktoknya, baru-baru ini.

Deddy pun membantah keras narasi 'kuda putih' tersebut. Dia menegaskan, narasi kuda putih omong kosong belaka.

"Tidak ada kuda putih, yang ada 'rambut putih'!," tegasnya.

Deddy mengakui paslon Prabowo-Gibran sangat mungkin masuk putaran kedua Pilpres. Namun, Deddy memastikan Prabowo-Gibran akan kalah di putaran kedua.

Deddy memastikan di putaran kedua, seluruh rakyat Indonesia di luar pendukung Anies-Muhaimin, akan bersatu untuk menumbangkan dinasti Jokowi.

"Rakyat akan memastikan negara ini tidak jatuh kepada orang yang serakah, emosional, punya rekam jejak masa lalu, dan anak yang belum bisa kerja untuk memimpin negara ketika Presiden berhalangan," tegas Deddy.

Sebelumnya, Ahok mengundurkan diri sebagai komisaris utama PT Pertamina Persero.

Langkah ini diambil dalam rangka ingin fokus mengampanyekan paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud Md di Pilpres 2024. (flo/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler