Politikus PDIP Anggap Isu SARA Produk Murahan

Minggu, 14 Januari 2018 – 21:05 WIB
Budiman Sudjatmiko. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko mengatakan, Pilkada DKI 2017 telah memberikan dampak buruk kepada wajah demokrasi Indonesia.

Alasannya, banyak oknum tak bertanggung jawab menggunakan isu SARA di media sosial untuk menjatuhkan salah satu pihak.

BACA JUGA: Pak Hendro Ajak Masyarakat Lebih Getol Perangi Isu SARA

"Politik SARA cepat membakar. Ibarat ladang kering, tinggal sulut bensin sedikit api langsung terbakar. Itu murah dan mudah memanfaatkan ketidak mengertian orang," kata Budiman dalam diskusi bertajuk Politik dari Sudut Pandang Kedokteran di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (14/1).

Budiman menakuti, apa yang terjadi di DKI ditiru oleh daerah lain dalam menjegal calon kepala daerah yang tidak disukai. Karena itu, dia meminta semua pihak bersatu melawan isu SARA demi memperbaiki wajah demokrasi yang sudah rusak.

BACA JUGA: Awas! Isu SARA Lebih Berbahaya ketimbang Politik Uang

"Ini tantangan dan memang tidak mudah," tegas dia.

Dia menjelaskan, fenomena isu SARA itu muncul, karena satu perasaan ketidaknyamanan terhadap calon kepala daerah. Lalu, kata dia, menyatu sehingga menyalahkan orang lain yang berbeda suku, agama, ras, dan antargolongan.

BACA JUGA: Budiman Sudjatmiko Janji Perjuangkan Hak Petani Patimban

Dia menilai, isu SARA selalu diangkat oleh oknum tak bertanggung jawab hanya untuk menebar kebencian.

"Harus diakui akibat dari Pilkada DKI orang merasa ada cara mudah, murahan, membakar itu demokrasi," tandas dia. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengawas Pemilu Harus Tegas Sikapi Ujaran Kebencian


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler