Politisi Golkar Protes Kader Kritis Dimusuhi Partai

Selasa, 01 Oktober 2013 – 22:43 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Politisi Partai Golkar, Yoris Raweyai menyarankan agar DPP Golkar menyikapi perkembangan dan dinamika politik baik di internal maupun eksternal partai. Karena itu, tradisi demokrasi di dalam partai yang telah lama tumbuh, jangan dimatikan dengan cara memusuhi kader yang berbeda pendapat.

“Apa jadinya partai ini (Golkar) jika salah satu tokoh berbeda pendapat dan menyampaikan kritik demi kemajuan, tetapi dianggap musuh. Saya protes keras soal ini karena ini sebuah kemunduran dan berbahaya bagi Golkar sendiri,” kata Yoris Raweyai,  di Jakarta, Selasa (1/10).

BACA JUGA: Marzuki Sebut Reformasi Tak Sejalan Pancasila Lagi

Dicontohkannya, sikap dan pemikiran Ketua Dewan Pertimbangan Golkar, Akbar Tandjung yang sering berbeda dan kadang mengkritik baik kinerja partai maupun elektabilitas capres Golkar Aburizal Bakrie (Ical). “Menurut saya, Akbar memberi masukan, demi kebaikan partai dan bukan menghujat, makanya harus diakomodasi. Memang secara formal Ical sampai saat ini belum memberikan waktu khusus pada mantan Ketua umum Golkar itu,” ungkap Yoris.

Diakui Yoris, faksi-faksi di tubuh Partai Golkar ada dan dinamis. Faksi-faksi itu secara alamiah pasti ada, tinggal bagaimana para pimpinan Golkar mengelola faksi-faksi itu untuk disinergikan dan dimanfaatkan bagi kepentingan partai. ”Kalau dikatakan tidak ada faksi atau kelompok, itu tidak benar,” katanya.

BACA JUGA: Ketua OJK Dicecar KPK soal Rapat KSSK

Dalam konteks ini, Yoris mengusulkan agar suara DPD II didengar dan diakomodasi  dalam berbagai tingkat  pertemuan dan dalam memutuskan sesuatu. Posisi mereka saat ini strategis karena menjelang pemilu legislatif dan pemilu presiden, DPD II adalah ujung tombak. Bahwa dari sisi AD/ART partai tidak tercantum, tinggal dicarikan solusi untuk mengadopsi kesempatan DPD II.

Selain itu, Yoris juga mengungkapkan acara yang digagas Senin kemarin di KK II Gedung DPR yakni pleno fraksi mendengarkan paparan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Luhut Panjaitan. “Dia sengaja kita undang untuk memaparkan hasil survei mengenai diamika partai di luar dan di dalam Golkar. Menurut saya, paparan itu tidak ada yang spektakuler, alias baisa saja,” ujarnya.

BACA JUGA: Penggunaan Rp56,98 Triliun Uang Negara tak Sesuai Aturan

Biasa dalam pengertian Yoris karena Luhut  mengungkapkan apa adanya yaitu jika partai terus ribut dan konflik, maka potensi kehilangan suara dalam pemilu legislatif akan besar, sekitar 5 persen. Tetapi, jika jajaran partai solid, maka hasilnya akan lebih baik dan bis amenambah peprolehan.

Dalam paparan yang tidak menghadirkan Akbar Tandjung itu, Luhut kata Yoris mengungkapkan bahwa figur Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hingga saat ini teratas dan tidak terkejar siapa pun. Karena itu, tugas seluruh elemen partai untuk bekerja dan meningkatkan elektabilitas capres Golkar , Ical.

Yoris menambahkan dalam waktu dekat, forum serupa akan digelar dengan mendengarkan hasil survei paling baru mengenai situasi mutakhir di Golkar dan di luar Golkar. (fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Desak PAW Taufik Kiemas di DPR Segera Dilantik


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler