Polri Didesak Bebaskan Mahasiswa Unpam

Minggu, 21 Oktober 2012 – 09:08 WIB
JAKARTA -- Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Polda Metro Jaya segera membebaskan 10 mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) yang ditahan. IPW juga mendesak Polri mengusut pemerasan Rp10 juta yang dilakukan oknum polisi kepada para mahasiswa yang ditahan tersebut.

"Pemerasan itu adalah tindakan biadab, apalagi dilakukn terhadap mahasiswa yang sebelumnya sudah dipukuli polisi," kata Neta, Minggu (21/10), di Jakarta.

Dijelaskan Neta, tidak ada alasan bagi polisi menahan mahasiswa demonstran yang sudah mereka pukuli dan diperlakukan secara represif tersebut. "Sebab dalam mengatasi demo di Unpam, polisi bekerja tidak sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur)," kata penulis buku "Jangan Pernah Bosan Mengkritik Polisi", itu.
Menurut Neta, seharusny dalam mengendalikan aksi massa. Sesuai SOP, kata Neta, polisi menggunakan water canon terlebih dahulu sebelum melepaskan tembakan gas air mata dan peluru karet.

"Tapi yang terjadi di Unpam, polisi main hajar. Mahasiswa dipukuli dan ditembaki gas air mata dan peluru karet. Akibatnya, bentrokan tidak terkendali dan sejumlah orang terluka, termasuk polisi," katanya.

Ia menegaskan IPW prihatin dengan cara-cara Polri menangani demo mahasiswa belakangan ini. "Jika masih menahan kesepuluh mahasiswa tersebut, polisi terkesan sewenang-wenang dan hanya mengedepankan balas dendam," ujarnya.

"Sebab, mahasiswa memerotes kedatangan Wakapolri ke kampus mereka. Padahal, aksi protes mahasiswa itu bagian dari penyampaian aspirasi yang seharusnya disikapi polisi dengan  profesional, bukan dengan arogan dan represif," katanya.

Ia menambahkan, selain itu dalam berbagai aksi demo sebelumnya, bahkan dalam demo menolak kedatangan presiden atau wakil presiden, mahasiswa yang ditangkapi polisi umumnya dibebaskan setelah dua hari ditahan.

"Untuk itu IPW mendesak polisi segera membebaskan kesepuluh mahasiswa Unpam. Sebab, menahan kesepuluh mahasiswa itu bukanlah tindakan produktif, malah akan mbuat Polri terus menerus dicerca dan akumulasi perlawanan mahasiswa kepada Polri kian meningkat," ungkapnya.

Lebih jauh dia mengatakan, kasus bentrokan polisi dengan mahasiswa di Unpam membuat jenderal-jenderal polisi yang ikut pilkada, terutama di Jabar akan makin sulit terpilih. "Sikap antipati publik melihat arogansi polisi akan menjadi fakta yang akan mengecewakan para jenderal Polri itu di pilkada," pungkas Neta. (boy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Dahlan: 15 Tahun Lagi Menuju Negara Maju

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler