jpnn.com - JAKARTA - Setelah menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan surat mandat peserta musyawarah nasional (munas) Golkar kubu Agung Laksono, Polri terus mengembangkan penyidikan. Kini, penyidik juga mendalami motif di balik pemalsuan surat itu.
Kabag Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Rikwanto mengatakan, penyidik Bareskrim akan mengecek apakah ada komunikasi antara tersangka dengan pihak penyelenggara munas Golkar di Ancol. "Motifnya apa, apakah diiming-imingi tertentu itu sedang didalami," katanya di Mabes Polsi, Senin (6/4).
BACA JUGA: Ditanya Soal Presiden Jokowi Maju Jadi Ketum PDIP, Ini Kata Tjahjo Kumolo...
Dua tersangka dalam kasus itu adalah HB dan DY. DY merupakan politikus Golkar di Kabupaten Pandeglang, Banten. Sedangkan HB adalah kader Golkar di Pasaman Barat, Sumatra Barat.
Rikwanto menjelaskan, seorang sekretaris dewan pimpinan daerah (DPD) Golkar bisa hadir di munas bula ada surat mandat dari ketua atau wakilnya. “DY memalsukan tanda tangan wakil ketua supaya bisa datang ke munas Ancol," ungkap Rikwanto.
BACA JUGA: Badrodin Akui Komjen BG Masuk Kandidat Wakapolri
Karenanya, kata mantan juru bicara Polda Metro Jaya itu, Bareskrim Polri akan mendalami apakah pemalsuan ini merupakan inisiatif kedua tersangka agar bisa menghadiri munas Golkar di Ancol, atau ada motif lainnya. "Seolah-olah ada keharusan di sana (Munas) harus ada surat mandat sebagai legitimasi perwakilan daerah," katanya.
Rikwanto menambahkan, penyidik sudah menyita barang bukti tentang surat-surat mandat yang diduga palsu. Nantinya, barang bukti itu akan dikonfirmasikan ke tersangka dalam pemeriksaan pada pekan ini. "Sekitar Kamis atau Jumat," pungkasnya.(boy/jpnn)
BACA JUGA: Ternyata Gembong Teroris yang Ditembak Mati Mantan Kopassus
BACA ARTIKEL LAINNYA... Presiden Jokowi Minta Polri Kejar Teroris yang Tersisa
Redaktur : Tim Redaksi