Posisi Tasdik saat Itu Begitu Dekat dengan Pelaku Bom Kampung Melayu

Sabtu, 27 Mei 2017 – 05:20 WIB
Petugas kepolisian Inafis dan Puslabfor melakukan indentifikasi mayat korban ledakan bom di terminal Kampung Melayu, Jakarta, Kamis (25/5/2017). Foto: HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS

jpnn.com - Tasdik Saputra masih terlihat lemah, terbaring di ruang 709 Rumah Sakit Budhi Asih, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Pria berusia 42 tahun itu baru saja selesai menjalani operasi otot lengan tangan kanan, Kamis (25/5) lalu. Operasi tersebut berlangsung selama empat jam.

BACA JUGA: Entah Mengapa Tiba-tiba tak Mau Lagi jadi Imam Salat di Masjid

"Tangan masih kerasa linu dan sakit kalau digerakin. Mungkin karena efek operasi kali ya. Tidak hanya tangan saja yang terluka. Betis kaki kanan saya juga mengalami luka robek cukup parah. Dan dijahit sebanyak 10 jahitan," katanya di Rumah Sakit Budhi Asih, kemarin (26/5).

Meskipun begitu dirinya merasa kalau tubuhnya itu telah sehat. Jauh berbeda ketika pertama kali dia dievakuasi ke rumah sakit. Dirinya ingin segera pulang ke kediamannya di Depok, Jawa Barat.

BACA JUGA: Kapolri: Ledakan di Kampung Melayu Identik dengan Bom ISIS

Peristiwa ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, tidak akan pernah terlupakan.

Dirinya masih ingat betul peristiwa tersebut terjadi. Ketika itu sekitar pukul 20.50, Rabu (24/5) lalu, dirinya sedang mengemudi sepeda motor.

BACA JUGA: Boom! Jihan Audria Terus Lari, Baju Temannya Berlumuran Darah

Dirinya melintas dari arah utara ke selatan. Ketika roda sepeda motornya tersebut melaju tepat di bawah Fly Over Terminal Kampung melayu, suara ledakan terdengar.

Suara tersebut sangat keras. Kemudian kedua matanya itu melihat seorang anggota polisi telah terkapar. Spontan dirinya bergegas melakukan pertolongan.

"Saya berlari menghampiri korban yang merupakan anggota polisi itu," ucap dia.

Ketika hendak melakukan evakuasi tiba - tiba suara ledakan kembali terdengar. Ledakan tersebut berasal dari parkir sepeda motor yang berada dekat Halte Transjakarta. Jaraknya sekitar dua meter.

Ledakan tersebut membuat dirinya tak berdaya. Beberapa serpihan bom menusuk ke dalam tubuhnya. Seketika tubuhnya itu terkapar.

Meskipun begitu Tasdik masih sadarkan diri. Dengan jalan terseok - seok dia keluar dari lokasi bom dan meminta pertolongan.

"Saat peristiwa itu kondisi di lokasi sangat kacau. Warga berhamburan dan menyelamatkan diri masing - masing. Saya melihat jelas, beberapa orang anggota kepolisian dan warga lain telah terkapar. Karena waktu itu posisi saya juga dalam kondisi terluka, saya tidak bisa membantu merekam. Saya keluar dan meminta tukang ojek untuk cepat membawa saya ke klinik terdekat," kenangnya.

Tasdik mengaku tidak ingat dengan wajah kedua pelaku. Meskipun dirinya berjarak sangat dekat kepada pelaku.

Namun karena kondisi telah gaduh saat ledakan bom pertama, sehingga membuat dia tidak memperhatikan orang yang berada di sekililingnya. Dirinya hanya fokus terhadap seorang anggota polisi yang terluka.

Di waktu bersamaan Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono mendatangi Rumah Sakit Budhi Asih, kemarin (26/5). Kedatangannya itu bermaksud menjenguk kedua korban ledakan bom di Terminal Bus Kampung Melayu.

Kedua korban tersebut bernama Tasdik Saputra dan Susi Af’I Triani. Dirinya ingin mengetahui langsung kondisi kesehatan kedua korban itu.

"Saya sangat perihatin dengan musibah yang dialami oleh kedua korban. Di sini saya ingin menjenguk dan memberikan semangat untuk mereka," katanya di RS Budhi Asih, kemarin (26/5).

Nono tiba di lokasi pukul 14.30. Dia bergegas menuju ke ruang perawatan korban yang berada di lantai tujuh. Ruang 709 yang dihuni oleh Tasdik pertama kali dimasukannya.

Salam hangat dan jabat tangan diberikan Tasdik menyambut kedatangannya. Dengan membalas sapaan itu dengan senyuman manis dia menanyakan bagaimana kondisi Tasdik.

"Bagaimana sudah agak baikan," tanya Nono kepada Tasdik.

Dengan cepat Tasdik menjawab pertanyaannya. Tasdik mengucap syukur alhamdulillah karena kondisinya telah membaik. Hanya saja rasa nyeri jahitan bekasi operasi tersebut masih kerasa. Mungkin karena luka jahitannya belum kering.

"Sudah jauh lebih baik pak. Tapi masih lemas aja. Belum bisa gerak kayak seperti semula," jawab Tasdik.

Komunikasi tersebut berlangsung selama 15 menit. Nono bergegas meninggalkan ruangan Tasdik dan menjenguk korban lainnya bernama Susi.

Yakni Susi di rawat di ruang 708. Ketika Nono datang Susi sedang tertidur pulas. Tubuh Susi terlihat sangat lemas. Tidak mau mengganggu istriahat dirinya bergegas meninggalkan lokasi.

Nono menjelaskan upaya dalam memerangi terorisme harus ditingkatkan. Aparat penegak hukum lainnya harus dilibatkan. Tidak hanya anggota kepolisian saja. Melainkan pihak TNI.

Sebab diakuinya kemampuan anggota polri terbatas. Sehingga perlu adanya bantuan. Dan Keterlibatan TNI dalam hal ini dinilai sangat tepat.

"Selain itu undang - undang terhadap terorisme akan direvisi. Seperti tindakan preventifnya lebih banyak. Kemudian pelibatan komponen yang harus dilipatkan. Misalnya TNI. Karena payung hukum sangat diperlukan. Seperti kata presiden. Ataupun yang dikatakan panglima TNI jangan undang - undang ini membuat nyaman para teroris," ucapnya. (ian)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Denanda Histeris, Nyaris tak Percaya Kakak Tersayang Korban Bom Kampung Melayu


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Bom   Kampung Melayu   Korban  

Terpopuler