Potensial jadi Cawapres, Yusril Dinilai Bisa Menyedot Suara Umat Muslim

Kamis, 21 September 2023 – 13:50 WIB
Yusril Ihza Mahendra. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah nama muncul sebagai bakal cawapres Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024, mereka adalah Yusril Ihza Mahendra, Airlangga Hartarto, Erick Thohir, dan Muhadjir Effendy. 

Pengamat Politik Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro mengingatkan Prabowo untuk memilih pendampingnya sebagai bakal calon wakil presiden dengan teliti. 

BACA JUGA: Yusril Dinilai Cocok Jadi Pendamping Prabowo di Pilpres, Ini Alasannya

Sebab, bakal calon wakil presiden harus memiliki nilai yang melengkapi kekurangan capres. 

"Jika merujuk Pilpres 2019 lalu, dari segi representasi wilayah maupun elektoral, juga logistik, Prabowo memiliki kebutuhan suara  di Jawa Tengah dan Timur," ujar Bawono

BACA JUGA: Pakar Beberkan Alasan Yusril Ihza Mahendra Paling Layak Dampingi Prabowo

Oleh karena itu, Bawono berpesan untuk menutupi kekurangan suara tersebut Yusril Ihza Mahendra dan Muhadjir Effendy bisa melengkapi suara dari kalangan umat muslim.

Pernyataan senada juga diungkapkan pengamat politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Cecep Darmawan. Menurutnya Yusril Ihza Mahendra dinilai memiliki peluang untuk mendampingi calon Presiden Prabowo Subianto. 

Figur Yusril yang moderat dan representasi kaum perkotaan menjadi faktor utama untuk mengangkat suara dari Prabowo. 

"Yusril mewakili kaum perkotaan dan (Islam) moderat. Hal ini sangat memungkinkan Yusril mendampingi dan memperkuat Prabowo," kata Guru Besar UPI Bandung Prof. Dr. Cecep Darmawan. 

Secara substansial, Cecep menilai sosok bakal calon wakil presiden (cawapres) harusnya dapat menjadi penguat elektabilitas calon presiden. 

Menurutnya, tim sukses dari seluruh calon presiden harus menghitung secara matang kapasitas dan value dari bakal cawapres yang dibidik.

Hinga saat ini, terdapat tiga koalisi yang mengincar tiket Pilpres 2024. Koalisi tersebut yaitu, Koalisi Indonesia Maju yang berisi Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, PBB, Partai Gelora, Partai Garuda, dan Partai Prima   yang mengusung bacapres Prabowo Subianto. 

Kedua, ada Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang berisi Partai NasDem, PKB dan PKS ang mengusung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan ketiga, PDIP dan PPP yang mengusung bacapres Ganjar Pranowo.

Partai Demokrat, resmi bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan mengusung Prabowo Subianto sebagai bakal calon Presiden pada Pemilu 2024. Keputusan tersebut diambil dalam  acara Rapimnas Partai Demokrat, Kamis (20/9/2023) di Jakarta Covention Centre (JCC) Senayan Jakarta. 

Bergabungnya Partai Demokrat dalam KIM membuat dukungan partai terhadap Prabowo makin bertambah. 

Sampai saat ini tercatat sudah delapan partai pengusung Prabowo yaitu Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat,  Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora, Partai Garuda, dan Partai Prima.  

Meski sudah diusung oleh delapan partai, sampai saat ini Prabowo masih belum mengumumkan pendampingnya yang akan menjadi bakal calon wakil presiden. 

Dalam berbagai kesempatan ditanya oleh wartawan siapa yang akan mendampinginya menjadi wakil presiden, Prabowo sealu menjawab akan membahasnya dengan partai pengusung dan juga Presiden Joko Widodo.(mcr8/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
cawapres   Yusril   Prabowo   Muslim   PBB  

Terpopuler