Potret Buram Kesehatan Indonesia, Nuryana Ditandu Puluhan Kilometer

Selasa, 13 Juni 2017 – 01:03 WIB
TANDU ORANG SAKIT. Sejumlah warga Desa Bahenap, Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu, menggotong warga bernama Nuryana yang telah sakit sekitar dua minggu untuk dirujuk ke RSUD Putussibau. FOTO: FACEBOOK SELVIANUS SALUDAN

jpnn.com, KAPUAS HULU - Luasnya wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat membuat sebagian warga di daerah itu sulit mendapatkan pelayanan sosial yang maksimal.

Salah satunya terkait layanan kesehatan. Seperti yang ditulis Selvianus Saludan di akun Facebook-nya, Sabtu (10/5) pukul 16:12.

BACA JUGA: Bukan Suami Istri Tapi Berduaan di Kamar, Hmm... Hmmmm....

Dia memasang judul Fenomena Sekitar. Selvianus menceritakan sulitnya warga Desa Bahenap, Kecamatan Kalis, mendapatkan pelayanan kesehatan ke level puskesmas maupun rumah sakit.

Warga harus menempuh jarak puluhan kilometer dengan medan yang cukup berat.  “Ini bukan hoax apa lagi sekadar pencitraan. Ini terjadi di sekitar kita. Dalam dua minggu terakhir saya sudah menjumpai dua kasus, di mana warga yang sakit harus digotong oleh warga untuk menuju desa terdekat dan selanjutnya baru dibawa menggunakan pickup maupun mobil,” tulis Selvianus sebagaimana dilansir Prokal, Senin (12/6).

BACA JUGA: 1 Dari 4 Perampok Sadis Tertangkap, Tuh Mukanya

Kejadian tersebut, sambung Selvianus, dialami warga Desa Bahenap.

Masalah utama yang dihadapi masyarakat setempat adalah akses jalan menuju desa yang rusak. 

BACA JUGA: Pak Jokowi Nge-Vlog Lagi, Pamer Jalan di Kalimantan

“Secara jarak tempuh sebenarnya untuk menuju desa ini tidak terlalu jauh. Jarak dari desa terdekat yaitu Desa Kensuray hanya berkisar 12 kilometer. Namun, jalan yang berbukit dan rusak menjadi kendala utama. Kemudian jarak tempuh ke kota kecamatan sekitar 39 km, dan menuju kota kabupaten sekitar 57 kilometer,” tambah Selvianus.

Masalah kedua adalah tidak tersedianya fasilitas polindes. Selain itu, hanya ada satu bidan di Desa Bahenap.

Warga yang sakit harus dibawa ke RSUD Putussibau jika bidan setempat tidak mampu mengatasinya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kapuas Hulu Harisson menerangkan, Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kapuas Hulu telah memiliki kebijakan Satu Desa Satu Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Bentuknya bisa uskesmas pembantu atau poskesdes.

Untuk Desa Bahenap, lanjut dia, saat ini sudah ada poskesdes dan petugas kesehatannya berupa seorang bidan.

“Desa Bahenap terdiri dari tiga dusun yaitu Dusun Baberuk, Dusun Bahenap, dan Dusun Sepan Padang. Jarak dari Baberuk ke Bahenap sekitar 30 menit tetapi memang kondisi jalan penghubung belum bagitu baik,” ungkapnya, Minggu (11/6).

Harisson mengakui, tenaga kesehatan di oskesdes atau pustu memiliki keterbatasan dalam menangani kasus-kasus pasien yang berat.

Karena itu, warga yang sakit harus dirujuk ke puskesmas di ibu kota kecamatan atau ke RSUD Putussibau.

“Jadi tidak betul di sana tidak ada fasilitas pelayanan kesehatan. Kami sudah menyiapkan poskesdes di tingkat desa,” terangnya. (Andreas, Rizka Nanda)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pria 50 Tahun Terlindas Tronton, Kepalanya... Duh Gusti...


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler