Powerslaves Merilis Ulang Lagu Semarang, Sebuah Persembahan untuk Kota Kelahiran

Rabu, 11 Mei 2022 – 13:56 WIB
Powerslaves. Foto: Dok. Powerslaves/Blackcoffeerocknroll

jpnn.com, JAKARTA - Grup rock legendaris, Powerslaves akhirnya melepas versi baru lagu Semarang dalam format digital pada 10 Mei 2022.

Diberi judul Semarang (Remastered), lagu tersebut hadir bertepatan dengan momen perayaan ulang tahun Semarang, kota kelahiran Powerslaves.

BACA JUGA: Alasan Brian Keluar dari Sheila On 7 Tidak Diungkap, Adam: Mohon Maklum

"Ada banyak yang kami lalui di kota asal kelahiran kami. Kenangan indah maupun kenangan pahit. Seperti apa pun Semarang, ke mana pun kami pergi, nama Semarang akan selalu kami bawa," Heydi Ibrahim, vokalis Powerslaves, Rabu (11/5).

Proses rekaman lagu Semarang (Remastered) dilakukan oleh formasi terkini Powerslaves.

BACA JUGA: Ada Aksi Buruh, Konser Raisa Mengalami Perubahan Jadwal

Adapun Powerslaves kini beranggotakan Heydi Ibrahim (vokal), Anwar Fatahillah (bass), Wiwiex Soedarno (kibor), dan Agung Yudha (drum).

Semarang (Remastered) mengalami sedikit perbedaan dibanding versi orisinal lagu yang bersemayam dalam album keempat Powerslaves berlabel self-titled (2001).

BACA JUGA: MusicYes Publishing Resmi Mengakuisisi Karya-karya Milik Arya Satria

Dari sisi kibor, Wiwiex Soedarno tidak menghilangkan substansi notasi dalam versi aslinya yang sudah terdengar familier.

Dia menghidangkan tata suara yang megah berkat sentuhan orkestra yang kuat dan lebar.

"Membuat lebih megah dan tentunya harus memikirkan dua faktor, yaitu vintage dan modern," beber Wiwiex Soedarno.

Anwar Fatahillah menyebut tidak ada perbedaan mencolok dalam aransemen Semarang (Remastered).

Menurutnya, hanya sisi sound seluruh instrumen, termasuk mixing dan mastering, yang disentuh ulang.

"Kami sengaja membangun memori dengan lagu ini tanpa harus banyak menambah isian instrumen yang kadang malah mengurangi nilai dari aransemen sebelumnya," beber Anwar Fatahillah.

Powerslaves berharap lagu Semarang (Remastered) bisa menemani pendengar yang rindu dengan kampung halaman, khususnya Semarang.

Sebab, lagu Semarang ibarat mesin waktu yang membawa pendengarnya terbang ke masa lalu.

"Semoga lagu ini bisa jadi lagu kebangsaan kota Semarang, seperti layaknya lagu Gambang Semarang dan Semarang Kaline Banjir (Jangkrik Genggong), tetapi dari sisi rock," ucap Heydi Ibrahim.

Lagu Semarang (Remastered) dari Powerslaves sudah tersedia di seluruh platform musik digital. (ded/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dedi Yondra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler