PPP Ingin Dinasti Rahmat Yasin Kembali Berkuasa

Kamis, 16 Maret 2017 – 17:48 WIB
Bendera Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Foto/ilustrasi: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, CIBINONG - Meski terjerat kasus korupsi, mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin masih menjadi patron bagi DPC PPP setempat. Buktinya, mereka masih menilai anggota dinasti Yasin sebagai pilihan terbaik untuk memimpin Bogor.

Hari ini, Kamis (16/3), DPC PPP Kabupaten Bogor mengumumkan Ade Yasin sebagai calon bupati untuk Pilkada 2018. Dia adalah adik kandung dari Rahmat Yasin.

BACA JUGA: PPP Romi Buka Pintu untuk Haji Lulung

Keputusan ini disampaikan dalam pidato politik Harlah PPP ke-44 dan Pelantikan Pengurus DPC Kabupaten Bogor Periode 2016-2021, Gedung Kantor DPC Kab. Bogor, Cibinong.

Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor Elly Halimah Rahmat Yasin terang-terangan menyebut alasan dipilihnya Ade adalah untuk meneruskan apa yang sudah dikerjakan Rahmat Yasin selama menjabat bupati.

BACA JUGA: Politikus PPP di DPRD DKI Abaikan Keputusan Djan Faridz

"Karena masih banyak hutang Bapak Rahmat Yasin kepada masyarakat yang belum terlunasi dan masih banyak PR yang belum terselesaikan. Maka untuk melunasi hutang tersebut, kami siap mengusung bupati dari PPP dengan menjadikan Ade Yasin sebagai bupati," ujar Elly yang tak lain adalah istri Rahmat Yasin.

Dalam kesempatan itu dia juga mengatakan bahwa mesin politik PPP Kabupaten Bogor harus siap bekerja keras untuk meraih kemenangan di Pilkada 2018 dan Pileg 2019.

BACA JUGA: Lulung Dipecat PPP, Ini Kata Timses Anies-Sandi

Dia meminta semua kader untuk mulai mendekati masyarakat dan ulama di Bumi Tegar Beriman.

"Mudah-mudahan dalam kepemimpinan saya bisa mempertahankan apa yang sudah didapatkan, bahkan bisa menjadi yang terbesar kami harus mendapat dukungan dari alim ulama dan masyarakat,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pada November 2014, Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 5 tahun 6 bulan penjara kepada Rahmat Yasin. Mantan ketua DPW PPP Jawa Barat itu dinyatakan terbukti menerima suap senilai Rp 4,5 miliar guna memuluskan rekomendasi surat tukar menukar kawasan hutan atas nama PT Bukit Jonggol Asri seluar 2.754 hektar. (bon/rmol/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ogah Ikut Djan Faridz, Lulung Juga Kecewa ke Romy


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler