Refleksi Akhir Tahun 2017

PPP Nilai Jokowi Piawai Mengonsolidasi Kekuatan Politik

Kamis, 28 Desember 2017 – 16:20 WIB
Ketua Fraksi PPP DPR, Reni Marlinawati (kedua kiri) bersama anggota Fraksi Arsul Sani, Irgan Chairul Mahfiz, Joko Purwanto, dan M Iqbal pada Acara Refleksi Akhir Tahun 2017 & Proyeksi Tahun 2018 di Pressroom DPR. Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengapresiasi pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla karena berhasil dengan baik melakukan konsolidasi politik selama tahun 2017. Situasi ini tidak terlepas dari kepiawaian politik Presiden Jokowi dalam mengonsolidasikan kekuatan politik di Tanah Air.

Dampak nyata dari terkonsolidasinya kekuatan politik di tahun 2017 ini adalah program pemerintahan Jokowi-JK dapat tereksekusi dengan baik, seperti program pembangunan infrastruktur, ekonomi dan lain-lain.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Hadiri Perayaan Natal Bersama di Pontianak

“Bagi Fraksi PPP, stabilitas politik menjadi faktor penting dalam mensukseskan program pemerintah. Khusus untuk bidang Politik, PPP memberikan nilai A untuk pemerintahan Jokowi,” kata Ketua Fraksi PPP DPR RI, Reni Marlinawati pada Acara Refleksi Akhir Tahun 2017 dan Proyeksi Tahun 2018 Fraksi PPP DPR RI di Media Center Parlemen, Gedung Nusantara III, Kompeks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/12).

Dalam konferensi pers tersebut, Reni didampingi anggota fraksinya yakni Arsul Sani, Irgan Chairul Mahfiz, Joko Purwanto, dan Muhammad Iqbal.

BACA JUGA: Jokowi: Masuk 2019 Pembangunan SDM Besar-besaran

PPP dalam releksi akhir tahun juga mencatat relasi DPR dan Pemerintah juga berjalan cukup baik. Proses pembahasan kebijakan program kerja pemerintah, pembahasan anggaran serta proses pengawasan parlemen terhadap eksekutif berjalan cukup dinamis.

Menuut Reni, sikap saling menghormati satu lembaga dengan lembaga lainnya berjalan cukup ideal. Di saat bersamaan, kata dia, sikap parlemen yang senantiasa menjalankan tiga fungsi konstitusionalnya yakni pengawasan, anggaran dan legislasi juga berjalan cukup baik.

BACA JUGA: Moncer di Kinerja, Elektabilitas Terganjal Isu SARA

“Kesan terhadap parlemen hanya sebagai lembaga stempel pemerintah lantaran mayoritas parlemen berasal dari partai koalisi, sungguh anggapan tidak tepat,” tegas Reni.

Menurut Reni, DPR secara konsisten menjalankan proses check and balances sebagaimana amanat konstitusi. Bedanya, proses dialektika antara parlemen dan pemerintah mengedepankan semangat konstruktif daripada mengedepankan kegaduhan politik. Situasi ini yang menjadi penyebab suasana politik setahun terakhir berjalan stabil.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Presiden Jokowi Ada di Hati Rakyat Papua


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler