Prabowo Lagi? Ah, Publik Sudah Jenuh

Sabtu, 14 April 2018 – 12:12 WIB
Prabowo Subianto (tengah). Foto: Fathan Sinaga/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menyarankan kepada Prabowo Subianto agar berpikir ulang soal mandat dari Partai Gerindra untuk mencalonkan diri di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Sebab, peluang mantan Danjen Kopassus itu untuk memenangi pilpres makin kecil.

Pangi mengatakan, Prabowo sebaiknya mengikuti jejak Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menahan diri dan menyerahkan tiket pencalonan ke Joko Widodo. Terlebih, elektabilitas Prabowo sudah sulit diangkat.

BACA JUGA: Pak Hendro Pengin Tokoh Muda Jadi Cawapres Jokowi

"Karena masyarakat juga sudah jenuh terhadap Prabowo. Elektabilitas Prabowo sudah klimaks," kata Pangi, Sabtu (14/4).

Direktur eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu menambahkan, Prabowo ibarat film lama yang sudah usang. Karena itu, sebaiknya mantan menantu Presiden Soeharto itu cukup menjadi kingmaker ketimbang tetap ngotot melawan Jokowi di Pilpres 2019.

BACA JUGA: Cawapres Jokowi Sudah Ada, Tinggal Diumumkan

“Padahal masyarakat ingin pertarungan aktor baru sehingga film menjadi menarik dan seru," kata Pangi.

Di sisi lain, Pangi juga melihat kekuatan mesin partai pendukung Prabowo di pilpres nanti kalah kuat dibanding koalisi pengusung Jokowi. Belum lagi, tambah Pangi, saat ini Jokowi memiliki nilai tambah untuk mendongkrak elektabilitas yang membuat pemilih enggan menggeser pilihannya.

BACA JUGA: Jokowi Masuk Daftar The Muslim 500, PSI: Ini Pengakuan Dunia

Salah satu pendongkrak elektabilitas Jokowi adalah proyek infrastruktur yang akan sulit diimbangi Prabowo. "Apalagi dengan keunggulan pembangunan infrastruktur pemerintahan Jokowi yang menjadi kelebihannya," kata Pangi.(tan/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kasus Century Berpotensi Ganggu Elektabilitas Sri Mulyani


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler