Prabowo-Puan Bakal Berkonsolidasi untuk Adang Poros Ketiga

Jumat, 08 Juni 2018 – 18:50 WIB
Pengamat Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago. Foto: Dokpri for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago menanggapi rencana politikus PDI Perjuangan Puan Maharani untuk bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Ini jadi pertemuan istimewa jika pembahasan terkait Pilpres 2019. Saya membaca pertemuan Puan dengan Prabowo bisa saja sebagai konsolidasi agar tidak ada potensi poros ketiga,” kata Pangi kepada wartawan, Jumat (8/6). 

BACA JUGA: Ada Peluang JK jadi Capres Berpasangan dengan Prabowo

Untuk diketahui, Puan menyatakan akan bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam waktu dekat ini.

Terkait rencana pertemuan tersebut, Puan belum menjelaskan secara rinci apa yang akan menjadi topik pembicaraan. Puan secara diplomatis meninggung bahwa pertemuan itu hanya membahas situasi politik terkini dan ketawa ketiwi. 

BACA JUGA: Beri Mandat ke Cak Imin, Kiai se-Bogor Siap Kampanyekan JOIN

Pangi menilai rencana pertemuan tersebut bisa dimaknai sebagai pertemuan biasa atau istimewa. Dikatakan pertemuan biasa karena Puan bukan sekali ini saja bertemu Prabowo. 

Puan, kata Direktur Eksekutif Voxpol Center ini, dalam posisi menerima mandat dari PDI Perjuangan untuk menyampaikan pesan agar Prabowo mematikan langkah politik Partai Demokrat yang sedang menginisiasi terbentuknya emberio poros ketiga. 

BACA JUGA: Rekomendasi Nama Capres Bisa Jadi Bargaining Politik PA 212

“Dan Pak Jokowi juga pasti tidak senang karena 50 persen plus 1 dalam teori demokrasi tidak tercapai,” sambungnya. 

Karena itu, Jokowi melalui Puan meminta Prabowo untuk terus “menjaga” beberapa partai yang berpotensi lompat pagar dan bergabung ke kelompok poros ketiga.

Pangi menyebut ada Partai Demokrat dan PAN di kelompok ini, meski jumlah suaranya secara nasional belum memenuhi syarat untuk mencalonkan Presiden dan Wakil Presiden.

Prabowo diminta untuk “menjaga” PKS agar tetap berada di koalisi Gerindra dan PKB tetap berada di lingkaran Jokowi. Bahkan sekalipun PKB bergabung dengan Gerindra, itu bukan masalah bagi Jokowi. Yang terpenting dua partai itu tidak bergabung ke poros tengah. 

“Prabowo harus mengunci PKS dan PKB agar tidak lompat pagar ke koalisinya Demokrat. Kalau di koalisi Jokowi aman, ada Golkar, PPP, Nasdem,” ujar dia.

Situasi inilah, menurut Pangi, yang menyulitkan poros ketiga terbentuk. Di samping belum tercukupinya syarat dukungan untuk pencalonan presiden dan wakil presiden, aktor untuk mengisi poros ketiga juga tidak terlihat, selain Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

Meski ada pula beberapa nama, seperti Anies Baswedan dan Rizal Ramli yang berdasarkan sejumlah survei memiliki elektabilitas tinggi, namun tetap akan sulit maju tanpa kendaraan partai politik.(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Relawan Jokowi - JK Kumpul di Bandung demi Galang Kekuatan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler