Prabowo Sebut Anies Terlalu Teoritis Saat Bahas Isu Siber

Minggu, 07 Januari 2024 – 20:20 WIB
Debat ketiga calon presiden Pemilu 2024. Foto tangkapan layar live streaming YouTube JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Calon Presiden (Capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto menilai Capres nomor urut 1 Anies Baswedan terlalu teoritis, saat berbicara permasalahan siber/cyber di Indonesia.

Hal itu terjadi dalam debat ketiga Pilpres 2024 dengan tema debat capres ketiga yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/1).

BACA JUGA: Debat Capres Ketiga, Prabowo Singgung ada Kontestan yang Asal Bicara

"Ya, sekali lagi saya berpandangan Pak Anies juga terlalu teoritis, semuanya bagus indah tetapi yang nyata masalah AI, siber tertinggi dan sebagai itu awalnya sumber daya manusianya," kata Prabowo.

Prabowo menyebutkan saat dirinya menjadi Menteri Pertahanan, dia langsung membentuk empat fakultas baru di bidang sains, teknologi, engginering, dan matematika.

BACA JUGA: Anies Sebut Debat Ketiga Kesempatan Bagi Rakyat Lebih Mengenal Capres Pilihan

Prabowo juga menyebutkan pihaknya menyiapkan putra-putri terbaik untuk menguasai teknologi, sains, AI, dan siber.

"Bukan barang yang kita beli, kita harus kuasai sistem yang harus kita pegang dan menurut saya itu inti dari masalah. Tidak hanya bicara yang baik-baik saja," jelasnya.

BACA JUGA: Semangati Ganjar-Mahfud, Massa Pendukungnya Bawa Panci ke Lokasi Debat

Sebelumnya, Capres nomor urut 1 Anies Bawedan menyinggung soal ancaman hacker yang merajalela di Indonesia.

Menurut dia, ancaman nontradisional ini makin dirasakan di Indonesia.

Banyak keluarga yang HP dan komputernya diserang oleh hacker. Namun, hingga kini belum ada solusi yang benar-benar solutif untuk menanggulanginya.

"Kita perlu bangun pertahanan siber yang serius. Ini tidak cukup hanya memberi tugas sekelompok orang, tapi harus membangun satu sistem yang komperhensif yang melibatkan seluruh lembaga termasuk komponen masyarakat," kata Anies.

Lebih lanjut, dia juga mengatakan solusi kedua adalah mengadakan teknologi terbaru.

Namun, dia menggarisbawahi bukan hanya teknologi yang menjadi kunci, tetapi sumber daya yang besar.(mcr8/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler