Prabowo Terus Bermanuver, Demokrat Kian Terlupakan

Selasa, 13 Agustus 2019 – 16:11 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat menjamu Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Jakarta, Rabu (24/7). Foto: dokumentasi pribadi Hasto Kristiyanto

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai langkah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto beberapa waktu terakhir membuat peluang Partai Demokrat bergabung dengan koalisi Joko Widodo – KH Ma'ruf Amin semakin kecil.

Menurut Ray, pertemuan Prabowo dengan Jokowi dan kunjungannya ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri membuat Demokrat dilupakan.

BACA JUGA: PDIP Ingin Pimpinan MPR Ada dari Unsur Parpol Koalisi Adil Makmur

Demokrat semakin terlupakan ketika Prabowo menghadiri Kongres V PDIP di Sanur, Bali, 8-10 Agustus 2019.

BACA JUGA: Andre Rosiade Tak Sreg Jika Prabowo Bawa Gerindra Gabung Koalisi Pemerintah

BACA JUGA: Sambangi Jokowi, Anies Baswedan: Beliau Mendukung

Ray menjelaskan, keinginan Demokrat untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Kerja sudah terbaca sejak pemilu selesai.

“Kunjungan Agus Harimurti Yudhoyono ke Presiden Jokowi selepas pilpres adalah langkah awalnya. Namun, manuver PD itu agak terputus disebabkan adanya musibah atas keluarga Pak SBY," kata Ray, Selasa (13/8).

BACA JUGA: Demokrat Bergabung dengan Koalisi? Andreas PDIP: Sudah Terlambat

Dia menambahkan, Demokrat sempat menghentikan langkah politiknya untuk menghormati keluarga SBY yang sedang berkabung.

Di sisi lain, Prabowo terus bermanuver. Di antaranya ialah bertemu dengan Jokowi dan bertandang ke rumah Megawati.

"Kiprah Demokrat seperti terlupakan. Namun, itulah masalahnya. Jika Demokrat sendiri tidak membuat gebrakan politik, ia akan makin terlupakan,” ujar Ray.

Dia menambahkan, langkah Demokrat mengumumkan ikut bergabung dengan KIK adalah salah satu cara menaikan kembali perbincangan soal partai pimpinan SBY itu.

“Langkah itu sekaligus mendahului posisi Gerindra yang makin condong bergabung ke KIK," jelas Ray.

Ray menilai saat ini posisi tawar Demokrat sangat lemah. Demokrat bakal semakin tenggelan apabila Gerindra benar-benar bergabung dengan koalisi pemerintahan.

"Sekalipun Demokrat menyatakan akhirnya bergabung dengan KIK, tetapi tampaknya tidak akan ada posisi penting yang didapatkan oleh Demokrat," jelas Ray. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Max Sopacua Tegaskan Demokrat Belum Putuskan Mendukung Jokowi


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler