Prajurit Dua Yanuar yang Tewas di Ujung Belati Geng Motor

Selasa, 11 Juli 2017 – 23:35 WIB
Barang bukti belati jenis kerambit yang dipakai pelaku menikam korban Yanuar Setiawan. Foto Istimewa/Jawa Pos Radar Bali/JPNN.com

jpnn.com, BADUNG - Prajurit Dua Yanuar Setiawan tewas bersimbah darah, Minggu (9/7). Salah seorang anggota TNI itu menghembuskan napas terakhirnya setelah menjadi korban penganiayaan dari aksi geng motor.

Radar Bali (Jawa Pos Group) melaporkan, prajurit TNI itu tewas di ujung belati setelah dikeroyok gerombolan geng motor di Jalan By Pass Nusa Dua. Tepatnya di depan SPBU atau sebelah timur halte bus Siligita Taman Griya Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali.

BACA JUGA: HEBAT! 200 Prajurit TNI Terima Penghargaan PBB di Afrika Tengah

Korban Geng Motor: TKP tempat korban terkapar bersimbah darah (foto kiri). Prada Yanuar Setiawan dengan luka tusuk di dada kanan saat di ruang jenazah RS Sanglah, kemarin. Foto: Istimewa/Radar Bali/JPNN.com

Yang mengejutkan, anggota TNI ini meninggal dunia setelah ditikam seorang anak anggota DPRD Bali berinisial DKDA, 16.

BACA JUGA: Ingat! TNI Tidak Tinggal Diam

Kapolsek Kuta Selatan Kompol I Wayan Latra mengatakan pelaku utama langsung ditangkap. Hal itu didasarkan atas keterangan para saksi yang juga teman korban.

“Ia diamankan di rumahnya di kawasan Nusa Dua. Ayah pelaku utama yang merupakan anggota dewan ini menyerahkan masalah tersebut ke pihak kepolisian,” beber mantan Kapolsek Blahbatu ini.

BACA JUGA: Geng Motor Beraksi Lagi, Korbannya Dibacok di Flyover

Setelah dimintai keterangan, pelaku akhirnya menyebut teman-teman yang ikut terlibat. Ada 10 orang yang turut serta melakukan penganiayaan.

Mereka adalah Christmas Imanuel, 17, yang membonceng pelaku utama lalu menyerempet dan menyetop korban dan memukul korban.

Sementara itu, pelaku turun dari motor dan menusuk korban menggunakan belati.

Kemudian Revo Aswarisya, 19, ini berperan memukul korban di bagian wajah; Ferdiansah, 22, sempat menonjok teman pelaku.

Lalu ada inisial YMF, 16, KAN, 16, Fajar, 18, Ngurah Putu Krisna Widiana, 17, NKBRD, 16, IKCA 16, dan KTP, 16.

“Jadi sudah 11 orang yang diamankan dan kini sudah diamankan di Polresta Denpasar demi keamanan dan kenyamanan,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya masih mendalami untuk mengungkap pelaku lain yang juga masih berstatus pelajar sekolah menengah pertama.

Soal motif dan kronologi, Kompol Latra mengatakan, korban dan lima orang temannya ini datang dari Tuban hendak menuju Nusa Dua dengan menggunakan empat unit sepeda motor. Saat itu korban mengendarai sepeda motor Suzuki Satria Fu.

Sampai di TKP, pelaku utama ini dibonceng oleh teman dengan sepeda motor Honda Scoopy warna putih menyalip dan mendadak menepi.

Sehingga saksi dan korban terkejut dan berhenti.

“Bro, hati-hati di belakang ada motor nanti kalau ketabrak kami yang disalahkan,” tegur korban, sebagaimana ditirukan Kapolsek Latra. Tak terima dengan teguran, ini sempat terjadi cekcok mulut antara kedua pelaku dan rombongan korban. Bahkan, rombongan korban dicaci maki dengan kata-kata kasar oleh gerombolan pelaku.

Kemudian pelaku meninggalkan korban bersama saksi melanjutkan perjalanan ke Nusa Dua. Sekitar pukul 04.30, setiba di pertigaan lampu merah Taman Griya Jimbaran, belasan orang menghadang korban dan saksi-saksi dengan cara mengejar menggunakan sepeda motor dan menyerempet lalu menghadang.

Tanpa banyak basa-basi mereka turun dari motor langsung mengeroyok korban dan saksi-saksi.

“Motif sebenarnya hanya salah paham di jalan. Akhirnya terjadilah perkelahian besar-besaran yang berujung penusukan itu,” sebut mantan Kapolsek Tampaksiring, Bangli.

Setelah melakukan penganiayaan, para pemuda yang merupakan kelompok geng motor ini langsung melarikan diri.

Yanuar Setiawan mengalami luka tusuk pada bagian dada sebelah kanan dan luka pada telinga bagian kanan. Muhammad Johari mengalami patah tulang pada bagian rahang bawah.

“Tegar dan Isra membawa korban Yanuar ke RS Surya Husada guna mendapatkan pertolongan,” sebutnya.

Namun, Yanuar Setiawan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit lantaran luka yang dialami sangat serius.

Karena diketahui meninggal dunia akhirnya korban langsung dibawa ke ruang jenazah RS Sanglah Denpasar.

“Korban merupakan siswa Secata kejuruan Infanteri TNI AD di Pulaki-Singaraja yang sedang melaksanakan Ijin Berlibur Luar (IBL),” paparnya.

Sumber di Polres menyebutkan mereka itu geng motor yang bernama Remang Bois Kelompok Kuta dan Kuta Selatan. Satu geng tapi dua kelompok. (dre/ken/rid/JPG)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Serda Musaini Gugur Saat Bubarkan Geng Motor


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler