Prajurit Satgas Yonif 125 Gelar Patroli Patok Batas Negara Termasuk Patok Monumen Meridian

Senin, 03 Agustus 2020 – 22:27 WIB
Prajurit Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG melaksanakan Patroli Patok. Foto: Puspen TNI

jpnn.com, MERAUKE - Sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) yang memiliki tugas pokok menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan keamanan di wilayah perbatasan RI-PNG, Prajurit TNI Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa melaksanakan Patroli Patok.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Kamis (30/7/2020).

BACA JUGA: Satgas TNI Evakuasi Korban Pengadangan Bandit Bersenjata di Kongo

Dansatgas mengungkapkan salah satu tugas pokok TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) adalah mengamankan wilayah perbatasan yang diimplementasikan di antaranya dengan melaksanakan Patroli Patok. Terdapat 62 patok yang menjadi tanggung jawab Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa, terdiri dari 17 Patok MM, 5 Patok type A dan 40 Patok type B.

Salah satu di antaranya Patok Monumen Meridian (MM) 11.4 yang berada di Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Papua, yang merupakan tanggung jawab dari Pos Bim.

BACA JUGA: Satgas Yonif 125 Bagikan Bendera Merah Putih Kepada Warga di Perbatasan

Patroli Patok kali ini dilaksanakan dan dipimpin langsung oleh Danpos Bim Letda Inf Winston bersama dengan 9 orang anggotanya. Jarak tempuh dari Pos menuju Patok MM. 11.4 memang tidak begitu jauh yakni sekitar 18 km, namun dibutuhkan waktu empat sampai dengan lima hari perjalanan pulang pergi.

Menurut Dansatgas, tujuan dilaksanakannya Patroli Patok adalah untuk mengetahui dan memastikan kondisi Patok Batas Negara tidak bergeser ataupun rusak. Karena hal ini menyangkut tentang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

BACA JUGA: Sah! Mayjen TNI Madsuni Resmi Menjabat Aster Panglima TNI

Letkol Inf Anjuanda menambahkan untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan Patroli Patok ini dibutuhkan kondisi fisik yang prima dan mental yang kuat karena medan yang dilalui lumayan berat dan bervariasi seperti melintasi sungai, menyusuri rawa-rawa maupun menerobos hutan bambu yang cukup lebat.

Selain kondisi fisik yang prima dan mental yang kuat, seluruh Prajurit Satgas juga harus memiliki kemampuan bernavigasi sehingga Patroli Patok dapat dilaksanakan dengan baik, efektif dan efisien.

“Bagi Prajurit TNI, mengemban tugas operasi termasuk pengamanan perbatasan adalah suatu kehormatan. Dengan demikian Prajurit Satgas Yonif 125/Simbisa berkomitmen penuh akan mengabdikan seluruh jiwa raganya demi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya seperti dilansir dalam siaran pers Papen Satgas Yonif 125/Simbisa, Lettu Chk Juspindeli Girsang.(fri/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler