Prajurit TNI dan Polri Kepung Hutan Sigi hingga Lembah Napu Poso

Kamis, 13 Januari 2022 – 12:17 WIB
Dokumentasi personel Satuan Tugas Madago Raya menyisiri sektor IV, yang meliputi wilayah Kabupaten Sigi hingga lembah Napu di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. ANTARA/HO-Humas Satgas Madago Raya

jpnn.com, POSO - Prajurit TNI dan Polri yang tergabung dalam Satuan Tugas Madago Raya mengepung sektor IV yang meliputi wilayah Kabupaten Sigi hingga Lembah Napu di Kabupaten Poso, Sulteng, untuk mencari sisa anggota Mujahidin Indonesia Timur.

Kepala Operasi Madago Raya Brigjen Pol Reza Arief Dewanto didampingi Komandan Satuan Brimob Polda Sulteng Kombes Mohammad A Hidayat memimpin penyisiran di sektor IV itu.

BACA JUGA: Teroris yang Ditembak Mati Bernama Ahmad Gazali

"Sudah mulai 11 Januari sampai hari ini terus menyisir satu per satu Pos Sekat di Sektor IV," ungkap Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Madago Raya Didik Supranoto, Kamis (13/1).

Menurut dia, selain penyisiran juga memeriksa pos dan personel yang ada di lapangan.

BACA JUGA: Tak Puas Begituan dengan R & PIS, Pengusaha di Jakarta Minta Remaja Putri

"Pos harus rutin dilakukan untuk memotivasi personel di lapangan," kata dia.

Dengan tewasnya Ahmad Panjang alias Ahmad Gazali terduga pemenggal kepala warga sipil setempat beberapa waktu lalu, maka masih tersisa tiga anggota Mujahidin Indonesia Timur Poso yang diburu, yakni Askar aliad Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Muklas, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

Ketiga orang ini ditengarai masih berkeliaran di pegunungan Kabupaten Poso, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Sigi.

Satgas Madago Raya juga terus mengimbau kepada kelompok teroris segera menyerahkan diri.

"Kepada warga masyarakat di lokasi wilayah operasi untuk menghentikan memberikan bantuan makanan atau bantuan dalam bentuk lain, karena ada konsekuensi hukum bila ditemukan di lapangan," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler