Prajurit TNI Harus Waspada dan Tetap Menjaga Netralitas

Rabu, 31 Januari 2018 – 06:20 WIB
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan pengarahan kepada 1.500 Prajurit TNI di Lapangan Tennis Indoor, Markas Komando Divisi Infanteri 2/Kostrad, Malang, Jawa Timur, Selasa (30/1). Foto: Puspen TNI

jpnn.com, MALANG - Dalam waktu dekat bangsa Indonesia akan menggelar pesta demokrasi, yaitu Pemilukada 2018 dan Tahapan Pemilu 2019. Untuk itu, dalam menghadapi kedua peristiwa tersebut, Prajurit TNI hendaknya tetap waspada dan terus menjaga netralitas.

“Prajurit TNI harus tetap menjadi prajurit yang pintar, berjiwa kesatria, militan, loyal dan profesional,” kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat memberikan pengarahannya di hadapan 1.500 Prajurit TNI (TNI AD, TNI AL, TNI AU) di Lapangan Tennis Indoor, Markas Komando Divisi Infanteri 2/Kostrad, Malang, Jawa Timur, Selasa (30/1).

BACA JUGA: Pengamat Bekali Calon Kada PDIP dengan Strategi Pemenangan

Marsekal Hadi mengingatkan seluruh prajurit harus tetap mempertahankan loyalitas yang tinggi guna mendukung netralitas institusi TNI dalam Pilkada dan Pemilu Presiden dan Legislatif. Oleh karena itu, sebagai prajurit TNI harus tetap berpegang pada dimensi sebagai TNI.

“Netralis adalah harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi, harus benar-benar kita hormati,” tegasnya.

BACA JUGA: Suradi Pimpin Pasukan Menyambangi Puspen TNI dan Dispenal

“Satu hal yang terpenting adalah netralitas TNI jangan terpancing dengan pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan TNI. Politik TNI adalah Politik Negara yang direpresentasikan oleh Pemerintah yang dipilih secara Konstitusional,” kata Marsekal Hadi lagi.

BACA JUGA: Mentan Harapkan Jago PDIP Bisa Wujudkan Swasembada Pangan

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI juga menyampaikan kinerja TNI telah mendapatkan predikat yang baik di mata masyarakat.

“Kita harus bangga, karena masyarakat telah mempercayai TNI, itu semua adalah hasil dari kerja keras kita semua,” ucapnya.

Di sisi lain, Panglima TNI menyampaikan sebagai Prajurit TNI yang pintar harus dilandasi dengan jiwa kesatria, militan, loyal dan profesional. 

“Prajurit profesional apabila kita (TNI, red) memiliki peralatan yang modern dan diikuti dengan latihan yang terukur, maka kita menjadi prajurit yang profesional,” paparnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menjadi seseorang satria harus menjadi orang yang suci dan bersih serta berideologi.

“Apa yang ada di Sumpah Prajurit, Sapta Marga dan 8 Wajib TNI harus tetap dijaga selama dalam dimensi sebagai anggota TNI,” katanya seperti siaran pers Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa.

Marsekal Hadi mengingatkan seluruh prajurit TNI agar terus mengikuti perkembangan global dan ancaman global, seperti cyber crime, karena implikasi dari ancaman-ancaman tersebut adalah ancaman nyata yang harus di waspadai.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polri Masih Kaji Usul soal 2 Pati sebagai Pj Gubernur


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler