Presiden Jokowi Bicara ini di Pentas Kongres Kebudayaan...

Senin, 10 Desember 2018 – 16:00 WIB
Presiden Joko Widodo berbicara pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H dan Hari Pahlawan yang diselenggarakan GP Ansor di Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Kamis (22/11). Ilustrasi : Biro Pers Setpres

jpnn.com - JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengingatkan, Indonesia adalah bangsa besar yang dibangun di atas keragaman budaya, agama, bahasa, etnis dan suku-bangsa yang direkat dengan Pancasila.   
 
“Keragaman budaya dan Pancasila adalah identitas bangsa Indonesia,” kata Jokowi, saat berpidato di acara Kongres Kebudayaan 2018, di Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (9/12) malam.

Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus aktif meluhuri dan melestarikan budaya bangsa Indonesia.

BACA JUGA: Lihat Nih Aksi Presiden Ikut Senam Tera di Kebun Raya

“Kebudayaan dan ilmu pengetahuan serta peradaban bangsa Indonesia lahir dari pengalaman panjang menghadapi perkembangan zaman dan upaya dalam memecahkan persoalan-persoalan yang ada.Untuk itu, menjaga budaya untuk terus tumbuh di tengah interaksi belantara budaya-budaya dunia adalah tantangannya.”

Menurut dia, bangsa Indonesia memiliki kekhasan sendiri dibanding bangsa-bangsa lain. 

BACA JUGA: Keseruan Jokowi Ajak Keluarga Keliling Istana dan Kebun Raya

Dan merupakan tanggung jawab Pemerintah beserta seluruh elemen bangsa untuk mengorkestrasi upaya membangkitkan optimisme yang mampu menggugah rasa nasionalisme dan kebanggaan menjadi Indonesia.

"Kita harus selalu ingat untuk terus aktif meluhuri kebudayaan Indonesia, kebudayaan nusantara dan sekaligus menguatkan dan mengembangkannya dalam menghadapi perkembangan zaman," katanya.

BACA JUGA: Jokowi Ingatkan, Pembangunan Indonesia Tidak Hanya di Jawa

Sebagaimana diketahui, semenjak kemerdekaannya diproklamasikan pada 1945, Republik Indonesia baru memiliki Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan pada 2017. 

Dan UU Pemajuan Kebudayaan No. 5 Tahun 2017 tersebut, diharapkan menjadi arah pemajuan kebudayaan nasional. Serta memperteguh persatuan dan kesatuan bangsa.

Berdasarkan Undang-Undang tersebut, telah ditetapkan 255 Warisan Budaya Takbenda dalam Acara Apresiasi Warisan Budaya Takbenda Tahun 2018.
 
Juga telah diserahkan sertifikat penghargaan kepada 30 provinsi yang karya budayanya telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Dengan penetapan ini, Indonesia memiliki 819 Warisan Budaya Takbenda dari 8.065 karya budaya.

Di hadapan para peserta Kongres, Presiden tak lupa mengingatkan bahwa perkembangan zaman dan teknologi yang semakin cepat, serta semakin tingginya penetrasi budaya lain yang masuk ke Indonesia, Pancasila adalah kunci untuk bertahan di tengah persaingan megatren peradaban dunia. 

Perhelatan ini dimulai sejak 5 Desember lalu, setelah sebelumnya diawali dengan sederet forum yang disebut Pra Kongres Kebudayaan.

Satu di antara yang dihasilkan adalah dokumen Strategi Kebudayaan yang telah diserahkan kepada Presiden di puncak acara. (wow/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketua MPR Apresiasi Jokowi Tetap Lanjutkan Pembangunan Papua


Redaktur & Reporter : Wenri

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler