Presiden Jokowi Salat di Musala Kecil Ini, 2 x 3 Meter

Rabu, 17 Mei 2017 – 00:24 WIB
Pengunjung di Pemancingan dan Café Harangan Bagot saat hendak menunaikan salat Asar di musala mini, Sabtu (13/5). Lokasi ini mulai ramai pascakunjungan Presiden Jokowi, Selasa (9/5). Foto: Elfira/Cendrawasih Pos/JPNN.com

jpnn.com - Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Papua, Selasa (9/5). Di tengah jalan, tiba-tiba rombongan orang nomor satu di republik ini berhenti di sebuah tempat makan di Distrik Muara Tami. Apa saja yang dilakukan saat itu?

Laporan: Elfira-Jayapura

BACA JUGA: Tokoh Lintas Agama Berkomitmen Dukung Pemerintah Mencegah Konflik

Ya, dalam perjalanannya menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Skouw, Presiden Jokowi menyempatkan makan siang bersama rombongan di Pemancingan dan Café Harangan Bagot, di Koya Koso, Distrik Muara Tami.

Di sana, dia tak sekedar menyantap makan siang bersama rombongan. Melainkan juga menunaikan salat dzuhur di musala mini ukuran 2 x 3 meter yang berada di Pemancingan dan Café Harangan Bagot. Letak musala tak jauh dari ruang VIP tempat makan siang presiden.

BACA JUGA: Jokowi Perintahkan TNI-Polri Tindak Tegas Pengganggu NKRI

Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group) pun berkesempatan mewawancarai beberapa karyawan di Pemancingan dan Café Harangan Bagot yang saat itu melayani makan siang presiden bersama rombongan.

Roy salah satu karyawan di sana, tak dapat menyembunyikan rasa senang dan bahagianya bisa melayani makan siang presiden saat itu. Apalagi yang dilayaninya itu merupakan capres pilihannya pada Pilpres 2014 silam.

BACA JUGA: Jokowi Bertemu Tokoh Lintas Agama di Istana

“Senanglah Mbak, bapak itu orang yang saya coblos di TPS saat pemilihan presiden tiga tahun silam. Lalu datang makan di tempat saya bekerja,” tutur lelaki berkulit sawo matang ini.

Kata Roy, selama 45 menit presiden berada di tempatnya. Tiba pukul 12.30 WIT, makan siang setelah itu melanjutkan salat dzuhur di musala yang beralaskan kayu.

“Setelah makanan siang, presiden saat itu langsung menuju musala, ambil air wudu lalu menunaikan salat. Beliau seperti masyarakat biasa, hanya saja banyak yang mengawalnya saat itu,” jelasnya.

Di mata Roy, presiden orangnya yang ramah, baik dan sopan hingga tak salah baginya mengidolakan ayah 3 anak itu.

Setelah salat, tepat pukul 13:15 WIT, presiden bersama rombongan meninggalkan tempat kerjanya. Namun, sebelum menuju PLBN di Skouw ia dan temannya yang lain dipersilakan foto bareng bersama Presiden Jokowi.

“Foto bareng adalah hal yang tidak bisa saya lupakan, itu kenangan berharga bagi saya seorang karyawan café bisa foto bersama presiden,” terangnya, sembari menjelaskan semenjak kunjungan presiden ke tempat mereka, Pemancingan dan Café Harangan Bagot yang berlokasi di Koya Koso ini mulai ramai dikunjungi masyarakat.

Senada dengan itu, Sholly Suartini, karyawati lainnya mengatakan, saat itu Presiden Jokowi menyantap makanan tempe, tahu, ikan mujair, nasi putih, sup ayam, buah semangka dan minuman jeruk hangat.

“Orangnya sederhana sekali, ramah dan santun. Senyum kepada kami sekalipun ia presiden. Makanan yang dikonsumsinyapun sederhana, tidak ribet, “ tutur wanita yang belum lama bekerja di Pemancingan dan Café Harangan Bagot.

Dia juga menganggumi kesantunan dan keramahan Jokowi. Dia juga sangat senang bisa foto bareng presiden.

“Biasanya saya hanya melihat di layar televisi, namun kemarin itu saya melihat dengan nyata. Bersalaman lalu foto bareng bersamanya,”katanya.

Sementara salah satu pengunjung di Pemancingan dan Café Harangan Bagot Mustakim menuturkan, Sabtu (13/5) merupakan kunjungan perdananya bersama keluarga. Ia juga sempatkan salat di musala ukuran 2x3 itu.

“Saya kunjungi tempat ini karena sedang ramai diperbincangkan, di mana presiden Jokowi ke sini dan bahkan makan siang di sini,” terang Mustakim.***

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini Peringatan Keras Aktivis 98 untuk Orang di Lingkaran Istana


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler