Presiden Minta Setop Uninstall Bukalapak, Tagar #JokowiOrangnyaBaik Trending di Twitter

Minggu, 17 Februari 2019 – 16:56 WIB
Presiden Joko Widodo bersama Sekretaris Kabinet dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki saat berdiskusi dengan CEO Bukalapak Achmad Zaky di Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (16/2). Foto: Twitter/pramonoanung

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau pendukungnya untuk berhenti melakukan gerakan uninstall Bukalapak.

Dia juga meminta masyarakat untuk mendukung karya anak bangsa seperti Bukalapak, Tokopedia, Go-jek, dan Traveloka untuk memajukan ekonomi Indonesia.

BACA JUGA: Sudah Tunjukkan Kinerja, Jokowi Pasti Bisa Ungguli Prabowo di Debat Kedua

Hal itu disampaikan oleh Jokowi usai bertemu dengan CEO Bukalapak, Achmad Zaky, di Istana Negara, Sabtu (16/2).

Baca juga: Masih Mau Uninstall Bukalapak? Tolong Simak Pesan Pak Jokowi Ini

BACA JUGA: Debat Capres: Jokowi Ditantang Paparkan Realisasi Janji Kampanyenya

Akhir dari pertemuan itu, muncul tagar baru di Twitter yang langsung menduduki posisi teratas. Tagar itu #JokowiOrangnyaBaik, dan sudah dicuitkan lebih dari 160 ribu kali.


Tagar #JokowiOrangnyaBaik sempat jadi trending topic di Twitter.

BACA JUGA: TKN Gelar Nonton Bareng Debat Kedua Capres di Parkir Timur Senayan

Pada cuitannya di Twitter, para netizen memposting foto-foto Jokowi saat bersama warga. Di antaranya saat Jokowi menggendong anak-anak dalam kunjungannya.

Baca juga: CEO Bukalapak Berkicau soal Presiden Baru, Respons Pak Jokowi Cuma Begini

Untuk itu, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mendukung arahan Presiden Joko Widodo soal ekonomi digital. Melalui Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pertahanan turut mendukung kemajuan ekonomi Indoenesia melalui startup karya anak bangsa.

Pelatihan penggunaan teknologi informasi dalam rangka meningkatkan kemandirian wanita di Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertahanan RI, Pondok Labu, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Acara yang dihadiri oleh 72 anggota Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pertahanan RI tersebut berbentuk pelatihan langsung atau bersifat praktis dimana para peserta didampingi oleh 60 Pengawak Siber Kementerian Pertahanan RI dalam menjalankan tutorialnya.

Adapun materi yang disampaikan berfokus pada penggunaan media sosial dalam berjualan (online shop), khususnya pada sosial media Facebook dan Instagram.

Selain itu, para Pengawak Siber juga memperkenalkan aplikasi-aplikasi yang membantu dalam mengasuh anak di era teknologi digital.

Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemhan Lia Hadiya Sumintaatmadja menyebut bahwa di era globalisasi seperti saat ini pemerintah perlu mendorong perkembangan startup di Indonesia.

"Untuk itu, startup berprestasi perlu diberikan tempat untuk berkembang. Agar bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia," tutur Lia dalam siaran tertulisnya, Minggu (17/2). (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Netizen: Yang bekerja yang Dihujat, Padahal #JokowiOrangnyaBaik


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler