Pria Berpotensi Besar Tularkan HIV AIDS

Sabtu, 02 Februari 2013 – 13:18 WIB
CIREBON - Virus mematikan HIV AIDS berpotensi besar cenderung menyerang para pria. Demikian disampaikan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cirebon, Sri Maryati MA kepada Radar (Grup JPNN) di kantornya, Jumat (1/2).

Sri menjelaskan seks dan narkoba merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya menjadi satu paket penyumbang HIV AIDS. Diterangkan, biasanya setelah melakukan pesta narkoba, para pria dan wanita melakukan pesta seks yang berpotensi besar menularkan penyakit mematikan itu. “Ini sering terjadi di kalangan remaja,” ujarnya.

Terkait slogan KPA Kota Cirebon yang terpampang di depan kantor, yang memuat kalimat “Pria Potensi Tularkan HIV AIDS”, menurut Sri, slogan tersebut merupakan fakta yang terangkum. Jika pria protes, harus tertantang dengan membuktikan agar melindungi anak dan istri agar terhindar dari HIV AIDS. Bentuk perlindungannya, pria tersebut tidak melakukan hubungan seks dengan wanita lain selain istrinya. “Itu jurus ampuh terhindar dari virus mematikan AIDS,” tuturnya.

Sri mengungkapkan selain tidak berhubungan dengan perempuan lain yang tidak jelas statusnya, pria atau suami harus bisa memberikan informasi tentang hal tersebut. Sebab remaja saat ini minim informasi yang tepat tentang HIV AIDS. Di Indonesia, 2.160 ibu rumah tangga sudah tertular dari suami. Di Jawa Barat ada 560 ibu rumah tangga yang positif terkena HIV AIDS, juga tertular dari suami. Sementara di Kota Cirebon, ada 29 ibu rumah tangga yang tertular HIV AIDS dari suami. “Ini bukti, pria potensi tularkan HIV AIDS,” tegasnya.

Data tersebut hanya yang terungkap di lapangan. Sri menyebutkan pihaknya tidak bermaksud menyudutkan kaum pria. Namun, hanya mengingatkan akan bahaya pria bermain “api”. Dengan demikian, lanjut wanita berkerudung ini, KPA akan melakukan intervensi program dan pemberian informasi terhadap pria yang berisiko tinggi, yaitu pria yang melakukan hubungan seks bukan dengan pasangannya. Tahun lalu, intervensi dilakukan kepada populasi kunci, seperti waria, PSK, dan gay maupun lesbi. “Tahun ini, intervensi kami lakukan kepada seluruh anggota masyarakat atau populasi umum. Mudah-mudahan terpapar tentang HIV AIDS,” harapnya.

Sesuai aturan Perda Nomor 1 tahun 2010 tentang Penanggulangan HIV AIDS, siapa pun yang pernah melakukan perilaku yang berisiko, wajib memeriksakan diri di klinik pemerintah. Hal ini sebagai langkah pencegahan. Selama ini kasus terungkap baru permukaan gunung es. Sri yakin, banyak kasus yang belum terungkap. Berdasarkan data, rentang tahun 2004-2013, ada 535 orang positif terkena infeksi HIV AIDS. “Penyakit ini didominasi usia produktif. Dari 17 tahun sampai 52 tahun,” bebernya.

Dijelaskan, sejak 2007 hingga sekarang terjadi pergeseran model penularan. Jika di tahun 2007 didominasi jarum narkoba jenis suntik, tahun ini mulai tren hubungan seks. Penularan HIV AIDS hanya melalui tiga cara yakni, cairan sperma, cairan vagina dan darah. Sepanjang 2012 lalu, sudah ada 28 orang yang positif terkena HIV AIDS. Angka penurunan ditekan sedemikian rupa, sehingga penularan hanya 0,09 persen. Penurunan terjadi karena intervensi perubahan perilaku, dan melakukan banyak program di kalangan komunitas. “Banyak perempuan yang ditularkan pasangannnya. Pria harus jaga diri,” pesannya. (ysf)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Resistensi Antibiotik jadi Masalah Baru

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler