Pria Lima Kali Ganti Pasangan, Perempuan Dua Kali

Hasil Survei Sexual Wellbeing Global

Kamis, 01 Desember 2011 – 09:50 WIB

JAKARTA--Indonesia patut cemas dengan penyebaran HIV-AIDS yang terus meningkatTernyata, penyebabnya tidak lepas dari perilaku seks yang menyimpang

BACA JUGA: Eka KD: Minum Jamu, Lebih Seksi dari Jupe

Hasil survey Sexual Wellbeing Global dari Durex menyebutkan, ada kecenderungan pria Indonesia lima kali ganti pasangan seksual
Sedangkan perempuan dua kali.

Survei Sexual Wellbeing Global adalah mengamati keseimbangan seksual yang sehat

BACA JUGA: Artis-artis Saji Dorong Patenkan Jamu Temulawak

Diantaranya ditilik dari faktor fisik, emosional, dan sosiologis
Survei tadi, dilakukan dengan melibatkan 1.015 pria dan perempuan Indonesia sebagai sample

BACA JUGA: PNS Mulai Terjerat Gaya Hidup Tinggi

General Manager Reckitt Benckiser Indonesia Ratanjit Das di Jakarta kemarin (30/11) menuturkan, hasil survei ini perlu mendapat perhatian khusus.

Sebab, jika dibiarkan tanpa ada edukasi kepada masyarakat bisa dipastikan resiko peningkatan penularan HIV-AIDS sulit ditekan"HIV-AIDS tetap merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia," kata Ratanjit

Dia menambahkan, salah satu cara yang kita dapat lakukan untuk mencegahnya adalah dengan menjaga sexual wellbeingSehingga, tidak sampai terlibat hubungan seksual dengan beraganti-ganti pasanganKarena, sangat beresiko sekali tertular HIV-AIDS.

Ratanjit menjelaskan, dari hasil survei tadi terungkap jika sebanyak 6 % perempuan dan 13 % pria Indonesia diketahui memiliki lebih dari satu pasanganCelakanya, satu dari lima penduduk Indonesia yang suka berganti-ganti pasangan tidak mengetahui apakah pasangan mereka tertular HIV-AIDS apa tidakLebih celaka lagi, tujuh dari sepuluh orang yang disurvei mengatakan, tidak menggunakan alat pelindung infeksi penyakit seksual (IMS) seperti kondom.

Ratanjit berharap, pemerintah terus mengkampanyekan peningkatan edukasi penularan HIV-AIDS kepada masyarakat-masyarakat yang rentan tertularEdukasi ini diharapkan semakin genjar dilakukan untuk masyarakat usia produktifSebab, ada kecenderungan kenaikan kasus penularan HIV-AIDS pada masyarakat usia produktif(wan)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wabah Campak Merebak Di Sumalata


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler