Pria Pembunuh Kakak Ipar Dikepung Warga, Rumahnya Rusak Dilempari Pakai Batu

Selasa, 21 September 2021 – 15:31 WIB
Situasi olah TKP pembunuhan seorang pedagang nasi di Lingkungan Gubug Mamben, Mataram, NTB, Selasa (21/9/2021). Foto: ANTARA/Dhimas B.P

jpnn.com, MATARAM - Kasus pembunuhan sadis terhadap pedagang nasi di Lingkungan Gubug Mamben, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, masih terus diselidiki pihak kepolisian.

Saat ini, petugas masih melakukan olah TKP sebagai tindak lanjut dari laporan peristiwa penganiayaan dan mengungkap fakta sebenarnya terkait kasus penikaman yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

BACA JUGA: Video Penganiayaan Napi Ini Viral di Medsos, Oh Ternyata

“Korban berinisial FI, 44, kesehariannya berdagang nasi,” kata Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa usai melakukan olah TKP di Mataram, Selasa (21/9).

Dari hasil identifikasi korban masih berbesan dengan pelaku berinisial HU, 45.

BACA JUGA: Petugas Rutan Bareskrim saat M Kece Dianiaya Diperiksa Propam, Ini Hasilnya

"Korban dengan pelaku ini masih ipar," ujarnya.

Kemudian tindak pidana penganiayaan yang berujung tewasnya korban di rumahnya itu terjadi pada Selasa (21/9) dini hari.

BACA JUGA: Seorang Anak Bersujud di Kantor Polisi Usai Aniaya Ibu Kandung, Lihat

Rumah korban dengan pelaku ini masih berada dalam satu halaman.

"Ketika itu korban sedang tidur sendiri di ruang tamu. Kemudian pelaku datang dan langsung menikam korban dengan sebilah belati," ucapnya.

Suami korban yang mendengar teriakan di ruang tamu, langsung keluar dari kamar tidurnya. Ketika aksinya ketahuan, pelaku kabur dan bersembunyi ke dalam rumahnya yang berjarak tembok dengan rumah korban.

"Pelaku ini langsung mengambil tombak dan mengancam suami korban," ungkap Kadek Adi.

Ketegangan yang terjadi antara suami korban dengan pelaku itu kemudian terdengar oleh warga sekitarnya. Warga sempat ingin menghakimi pelaku yang bersembunyi di dalam rumahnya.

"Dalam situasi itu anggota yang mendapat laporan, langsung datang ke lokasi kejadian dan terpantau memang sudah terjadi kekacauan," ucapnya.

Situasi ketegangan yang terjadi Selasa (21/9) dini hari itu terpantau dari kondisi kaca jendela rumah korban pecah belah, pintu jebol, dan sekelilingnya terdapat belahan batu bata yang berserakan.

Kemudian terkait dengan motif dari kasus ini diduga karena pelaku merasa keberatan saat ditegur korban ketika membuang sampah sembarangan di saluran selokan yang berada di depan halaman rumah.

"Untuk sementara karena dendam lama, sering dihina korban dan puncaknya ketika ditegur buang sampah," kata Kadek Adi.

Lebih lanjut, Kadek Adi mengatakan bahwa pelaku kini telah ditangkap dan diamankan di Mapolresta Mataram.

"Barang bukti untuk menikam korban sudah kita amankan, tombak juga," ujar dia.

BACA JUGA: Mencurigakan, Mobil Innova Tak Bertuan Diperiksa Polisi, Isinya Mengejutkan

Karena perbuatannya, pelaku yang bekerja sebagai pandai besi ini ditetapkan tersangka dengan sangkaan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan atau Pasal 338 tentang Pembunuhan.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler