Prihatin Atas Bencana Longsor di Sumedang, La Nyalla: Akar Masalahnya Harus Dicari

Senin, 11 Januari 2021 – 21:17 WIB
Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti. Foto: humas DPD RI.

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti prihatin atas bencana yang terjadi di Indonesia, termasuk musibah tanah longsor yang baru saja terjadi di Sumedang, Jawa Barat.

Puluhan orang dikabarkan hilang. Petugas gabungan tengah melakukan pencarian evakuasi terhadap jenazah korban yang belum ditemukan.

BACA JUGA: Longsor di Sumedang: 27 Orang Hilang, 900 Petugas Dikerahkan

Karena itu La Nyalla meminta kepada pemerintah untuk menggali akar masalah dari bencana yang sering terjadi di Tanah Air.

“Tujuannya adalah sebagai langkah preventif. Kalau kita tahu akar persoalan bencana yang terjadi, maka penanggulangannya tak hanya pada saat bencana itu datang, namun sebelum bencana menerpa," kata La Nyalla dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (12/1).

BACA JUGA: Suami Penumpang Sriwijaya Air SJ182: Istri Saya Bilang Cuaca Sedang Buruk, Dia Memohon...

Dia mengatakan, bila bencana longsor di Sumedang disebabkan kerusakan alam, maka sudah semestinya pemerintah daerah melakukan tindakan preventif melalui berbagai macam kebijakan.

"Langkah preventif itu bisa dituangkan melalui peraturan daerah (perda). Dengan begitu, langkah upaya meminimalisasi bencana dapat dilakukan sedini mungkin," paparnya.

BACA JUGA: Aziz Yanuar Bakal Sujud Syukur, Segera ke Polda Mengeluarkan Habib Rizieq

La Nyalla memberikan apresiasi kepada petugas gabungan dan sukarelawan yang bekerja cepat mengevakuasi korban longsor Sumedang.

"Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-setingginya kepada petugas gabungan dan relawan yang sudah bekerja keras mengevakuasi korban," ujarnya.

Sebanyak 900 orang dari berbagai unsur dilibatkan dalam proses pencarian di hari ketiga korban longsor di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Petugas SAR gabungan masih mencari korban yang tertimbun longsor di Dusun Bojongkondang, Desa Cihanjuang tersebut.

Hingga Minggu (10/1) pukul 16.00 WIB, petugas menemukan 13 korban dalam keadaan meninggal dunia. Sebanyak 27 korban lainnya masih dalam status pencarian.(boy/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler