Prioritaskan Pencegahan, Malaysia Bakal Tambah Anggaran Kemenkes

Sabtu, 20 Agustus 2022 – 23:56 WIB
Tangkapan layar Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin di peresmian Rumah Sakit Bera di Pahang yang diikuti secara daring dari Kuala Lumpur, Sabtu (20/8/2022). Foto: ANTARA/Virna P Setyorini

jpnn.com - Pemerintah Malaysia mempertimbangkan menambah alokasi anggaran Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) dalam APBN 2023 untuk menjalankan program pencegahan kesehatan.

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob pada peresmian Rumah Sakit Bera yang diikuti secara daring dari Kuala Lumpur, Sabtu, mengatakan Malaysia diperhitungkan akan menjadi negara berpenduduk usia lanjut  pada 2040, dan seperti halnya negara berpenduduk usia lanjut lainnya, kebutuhan dana kesehatan akan bertambah.

BACA JUGA: Korban Perampokan di Malaysia Berterima Kasih kepada Gubernur Sulsel

Karenanya, menurut dia, belanja kesehatan perlu ditambah dan cadangan untuk menguatkan program pencegahan penyakit.

"Kita tidak mau sakit sudah parah baru perawatan masuk rumah sakit. Yang penting ada pencegahan lebih awal. Karena itu anggarannya pun tinggi," ujar Ismail Sabri.

BACA JUGA: Agustusan di Malaysia, SBY Bicarakan Urusan Sensitif dengan Pejabat Ini

Ia mengatakan Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin sempat mengangkat tangan meminta kenaikan anggaran untuk kementeriannya lima persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Sekarang ini 2,5 persen. Ada separuhnya. Tapi tidak apa, EPU (Economic Planning Unit) akan lihat ini. Insya Allah akan ada peningkatan dibandingkan sebelumnya," ujar dia.

BACA JUGA: Polres Dumai Gagalkan Penyeludupan 58 Imigran Gelap ke Malaysia

Permintaan dukungan untuk menambah anggaran untuk KKM dalam APBN 2023, menurut dia, juga sudah didengar saat rapat penyelarasan projek-projek pembangunan di bawah Rencana Malaysia ke-12 (RMK 12) baru-baru ini.Ismail Sabri mengatakan KKM merupakan kementerian penting karena secara langsung bersentuhan dengan rakyat. Untuk itu perlu diberi perhatian lebih.

Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin sebelumnya pada pembukaan pembahasan Buku Putih Kesehatan mengatakan dalam 65 tahun terakhir sangat sedikit perubahan model kesehatan terjadi, dan sebagian masih bersifat kuratif.

Model yang ada sekarang, ujarnya, tidak cukup untuk mengantisipasi apa yang akan terjadi di masa depan, ketika pasien biasanya akan menunggu sampai merasa sangat tidak sehat sebelum secara aktif mencari perawatan dari dokter.

Ia juga mengatakan Malaysia adalah bangsa yang menua, yang diproyeksikan bahwa pada 2040 penduduk berusia 65 tahun ke atas akan meningkat menjadi 14,5 persen dari total penduduk. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler