Prita Kemal Gani Berbagi Pengalaman Sebagai Pendidik dalam Buku Biografi

Kamis, 01 Desember 2022 – 22:53 WIB
Prita Kemal Gani Berbagi Pengalaman Sebagai Pendidik dalam Buku Biografi. Foto: dok. pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Tokoh pendidikan Prita Kemal Gani meluncurkan biografi berjudul 'Prita Kemal Gani, 30 Tahun Sebagai Pendidik. Multi Peran Menjadi Pemimpin, Tokoh Humas, Istri, dan Ibu'.

Peluncuran buku yang ditulis Asteria Elanda tersebut bersamaan dengan perayaan Dies Natalis London School of Public Relations (LSPR) yang ke-30 tahun.

BACA JUGA: Gubernur Khofifah Buktikan Keberhasilan di Bidang Pendidikan

Prita Kemal Gani membagikan pengalaman hidupnya dalam 10 episode di buku setebal 184 halaman itu. Mulai bagaimana membangun LPSR dari nol, hingga meluluskan hampir 100 ribu tenaga terampil di bidang kehumasan, komunikasi, dan bisnis.

LSPR juga membuka lapangan kerja yang luas di bidang pendidikan, sektor yang menentukan kualitas suatu bangsa.

BACA JUGA: Membaca Arah Transformasi Pendidikan di Era Nadiem Makarim

Sejak kecil Prita mengagumi sosok guru yang dinilainya tampil hebat karena memiliki jawaban dari semua pertanyaan murid-murid. Oleh karenanya, dia tetap mewujudkan keinginannya sebagai pendidik ketika sudah bekerja sebagai profesional.

Episode kehidupannya sebaga seorang pemimpin menjadi cerita yang tak kalah menarik. Dia menganggap pegawai serta pendidik di LSPR adalah keluarga

BACA JUGA: Lewat Buku Biografi, Gus Yahya Ceritakan Derap Langkah dan Gagasannya

"Sejak awal saya selalu yang terdepan memperjuangkan pegawai. Tak jarang saya menjual perhiasan untuk membayar gaji dosen. Semua kami lakukan bersama-sama, hasilnya kami nikmati bersama," kenang Prita.

Mungkin bekerja sebagai pendidik jumlah penghasilannya tidak berlebihan, tetapi kata dia, mereka memiliki kebahagiaan yang tak bisa dibeli dengan uang.

Dalam jajaran tim LSPR saat ini, banyak posisi-posisi penting yang dibina dari awal. Banyak dari mereka yang kini menduduki posisi penting di LSPR, awalnya adalah mahasiswa.

"Kami sekolahkan hingga meraih gelar Ph.d," papar Prita.

Layaknya sebuah biografi, bagian yang menyentuh selalu ditunggu-tunggu pembaca. Antara lain bagaimana ketika LSPR menghadapi cobaan, dan Prita.yang memosisikan diri sebagai nakhoda.

Saat itu Prita bertindak tegas 'menurunkan penumpang' agar kapal tidak terus dijadikan sasaran senjata, dan tetap bisa berjalan. Di sisi lain, 'penumpang' yang diturunkan dipastikan bisa tetap meneruskan hidup di kapal yang berbeda.

Tak hanya itu, Prita Kemal Gani juga membagikan pengalaman hidupnya yang berharga, karena memiliki seorang anak bungsu dengan spektrum autisme.

"Raysha adalah permata kehidupan dan guru terbaik saya. Raysha mengajarkan pada saya bahasa komunikasi yang lebih tinggi, yaitu bahasa cinta," kata Prita yang terus aktif dalam komunitas ini.

LSPR mengembangkan diri dengan mendirikan London School Beyond Academy (LSBA). Anak-anak berkebutuhan khusus dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) bisa berkembang di LSBA dengan bimbingan dari tenaga-tenaga profesional.

Anak-anak spesial ini akan bisa berkarya, hidup lebih mandiri, bermasyarakat, dan bahagia. Sebuah Website Kosong' adalah episode ke-7 dalam buku biografi ini, yang akan memberikan banyak manfaat untuk orang tua yang memiliki anugerah yang sama.

Berbagai tanggapan positif muncul menyambut hadirnya biografi ini, di antaranya Linda Agum Gumelar,.Prilly Latuconsina, Edho Zell, Angkie Yudistia. (esy/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler