Produksi WMO Tembus 18 Ribu Barel per Hari

Sabtu, 07 April 2012 – 14:41 WIB

JAKARTA - Upaya Pertamina menggenjot pengembangan lapangan migas di Blok West Madura Offshore (WMO) membuahkan hasil manis. Pelan tapi pasti, produksi blok migas di perairan Madura itu terus merangkak naik.

Presiden Direktur PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Salis Aprilian mengatakan, upaya pengembangan lapangan produksi memang berhasil meningkatkan ptoduksi minyak WMO. "Saat ini sudah bisa menembus angka 18 ribu barel per hari," ujarnya kepada Jawa Pos, baru-baru ini.

Dari catatan Jawa Pos, ptoduksi tersebut naik dibandingkan periode pertengahan Februari lalu yang sebesar 15 ribu barel per hari. Menurut Salis, naiknya produksi tersebut merupakan hasil dari pemboran dua sumur produksi baru. "Lapangan produksi terus kami kembangkan. Sampai akhir tahun, target kami bisa mencapai produksi 30 ribu barel per hari," katanya.

Bagaimana dengan gas" Salis menyebut, selain minyak, gas memang menjadi salah satu andalan WMO. Saat ini, tingkat produksi gas WMO mencapai kisaran 150 " 160 juta kaki kubik per hari (mmscfd). "Pada akhir tahun, kami targetkan bisa mencapai 200 mmscfd," sebutnya.

Salis mengatakan, pengembangan gas di WMO juga mendapat perhatian khusus mengingat 100 persen gas dari WMO dipasok untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik maupun industry yang ada di Jawa Timur. "Jadi, kalau pasokan gas lancar, maka listrik dan industri di Jawa Timur akan ikut menikmati," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMigas) Gde Pradnyana mengatakan, memang tidak mudah meningkatkan kapasitas produksi secara frontal di WMO. Alasannya, saat diambil alih Pertamina pada Mei 2011 lalu, produksi minyak sedang mengalami penurunan tajam. "Ini karena saat itu tidak ada investasi menyusul ketidakjelasan perpanjangan kontrak dan siapa yang menjadi operator Blok WMO," katanya.

Sebagai gambaran, pada Agustus 2010 produksi minyak di Blok WMO pernah mencapai 26.000 barel per hari. Tapi karena nyaris tidak ada investasi baru, produksi terus merosot. Pada tahun Januari 2011 menjadi 19.000 barel per hari.

"Saat Pertamina mengambil alih blok tersebut pada awal Mei 2011, produksinya tinggal sekitar 13.000 barel per hari," sebutnya. (owi)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kadin Dukung Kenaikkan BBM


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler