Produsen Kopi Ekspansi Pasar Asia

Jumat, 16 Desember 2011 – 10:56 WIB
JAKARTA - Produsen kopi Tanah Air menyatakan siap melakukan ekspansi dan memperkuat pasar kopi nasional di kawasan AsiaChief Executive Officer (CEO) TP Kapal Api Global, Ihsan Mulia Putri menyatakan, saat ini sejumlah negara Asia telah menjadi pasar produk kopi asal Indonesia antara lain Hongkong dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

"Kami siap melakukan ekspansi ke kawasan Asia setelah mampu memimpin pangsa pasar nasional," katanya di sela penyerahan 20 ribu buku gratis untuk sekolah-sekolah di seluruh pelosok Indonesia di Jakarta.

 Ihsan menyatakan, dalam pasar kopi olahan selain mendominasi di dalam negeri bahkan produknya yang diberi merek dagang "Kopi Kapal Api" itu telah mendapatkan posisi di pasar dunia

BACA JUGA: Johannes Loman, Marketer of The Year 2011 dari MarkPlus Inc

Saat ini, pihaknya mampu mempertahanan diri sebagai pemegang pasar kopi dalam negeri dengan pangsa lebih dari 50 persen.

Sementara itu, menyinggung penyerahan 20 ribu buku untuk sekolah-sekolah di seluruh pelosok Tanah Air, dia menyatakan, melalui program "Secangkir Semangat Selangit Harapan" pihaknya bekerjasama dengan Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar, lembaga yang bergerak di bidang pendidikan.

Menurut dia, awalnya pihaknya hanya menargetkan mendonasikan sebanyak 10 ribu buku, namun karena antusiasme masyarakat dalam mendukung gerakan tersebut, maka jumlah buku yang akan disumbangkan meningkat menjadi 20 ribu
"Pencapaian ini merupakan bukti kuatnya semangat kita semua untuk menuju Indonesia yang lebih maju," katanya.

Sementara itu, Direktur Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar, Hikmat Hardono menyatakan, buku-buku tersebut akan diserahkan kepada 120 sekolah dasar di 14 kabupaten  dan 14 provinsi.

Beberapa sekolah yang akan mendapatkan buku pelajar dan non pelajaran tersebut antara lain Kabupaten Aceh Utara, Nangroe Aceh Darussalam, Kabupaten Lebak (Banten), Kapuas Hulu (Kalbar), Gresik (Jatim) dan Bima (Nusa Tenggara Barat).
Kemudian ke kabupaten Rote Ndao (Nusa Tenggara Timur), Sangihe (Sulawesi Utara), Maluku Tenggara Barat (Maluku) dan Kabupaten Fakfak (Papua Barat).

Selain pemberian sumbangan buku, melalui program tersebut juga dikirimkan para pengajar muda ke kawasan-kawasan terpinggirkan di tanah air

BACA JUGA: PLN Bangun PLTA Jatigede 2x55 MW

Hikmat menyatakan, minat anak muda Indonesia untuk mengajar di daerah pelosok ternyata amat tinggi hal itu terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai ribuan.

Pada tahap pertama, tambahnya, jumlah pendaftar untuk program Indonesia Mengajar sebanyak 1.380 orang sedang yang diterima 51 orang, tahap kedua sebanyak 4.200 orang (diterima 72 orang), tahap ketiga 5.200 orang (diterima 47 orang) dan tahap keempat yang mendaftar lebih dari 7.000 orang
Rencananya para tenaga pengajar muda tersebut akan ditempatkan di wilayah pelosok selama satu tahun untuk mengajar di sekolah dasar

BACA JUGA: Sarwono Yakin PT EMI Cerah

(dri)

BACA ARTIKEL LAINNYA... ERAA Lunasi Utang Rp736 Miliar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler