Prof Salim Said: Sulit Bagi Jokowi Bangun Dinasti Politik

Senin, 24 Agustus 2020 – 08:55 WIB
Prof Salim Said saat diskusi virtual. Foto tangkapan layar di YouTube

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo memberikan kesempatan kepada anak dan menantunya bertarung dalam Pilkada. Langkah Jokowi ini dinilai sebagai upaya membangun dinasti politik.

Namun, menurut Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Prof Salim Said ini upaya itu akan gagal karena Jokowi tidak punya kekuasaan penuh. Presiden ke-7 itu juga tidak punya partai politik.

BACA JUGA: Analisis Prof Salim Said soal Presiden Jokowi Tidak Sepenuhnya Berkuasa

"Presiden Jokowi sekarang menghadapi tahun-tahun terakhir meninggalkan istana. Nah, siapa yang akan bela Jokowi, karena pasti akan banyak tuntutan publik," kata Salim dalam kanal Hersubeno di YouTube.

"Barangkali perhitungan Jokowi kalau keluarganya mempunyai kedudukan kedudukan penting dalam politik itu akan lebih menolong. Namun, itu cuma spekulasi saya saja," sambungnya.

BACA JUGA: Analisis Prof Salim Said tentang Jokowi Dikaitkan dengan PKI

Salim menilai, Jokowi memberikan kesempatan kepada anak serta menantunya untuk bertarung dalam pilkada bisa terjadi karena di antara orang-orang yang berkuasa di Indonesia ini sedikit sekali yang punya akal sehat.

"Kenapa? Karena sebenarnya tidak ada orang yang berkuasa di Indonesia sekarang seperti Soeharto dulu. Soeharto bisa membangun dinas politik karena punya dukungan penuh dari ABRI dan menguasai parlemen," ujarnya.

BACA JUGA: Aurel Hermansyah Berniat Kenalkan Atta Halilintar Kepada Krisdayanti, Tetapi..

Jokowi, lanjut Salim, harus berkompromi dengan banyak oligarki dengan Megawati, Luhut Panjaitan, Surya Paloh dan bahkan polisi sudah jadi oligarki. Kekuatan polisi bisa mengkriminalkan orang.

"Saya berpikir Prabowo Subianto akan jadi salah satu oligarki yang menguasai Indonesia. Nah, Jokowi harus berkompromi juga dengan Prabowo karena kekuatannya tidak seperti Soeharto," tandasnya. (esy/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler