Program Kartu Prakerja tak Hanya Memberi Ikan, Tetapi Juga Kail

Sabtu, 14 Agustus 2021 – 13:50 WIB
Program kartu prakerja. Foto: tangkapan layar website Kartu Prakerja

jpnn.com, JAKARTA - Peneliti Senior, Departemen Ekonomi, CSIS Indonesia Fajar B. Hirawan menyampaikan temuan (CSIS), terkait perilaku penerima insentif kartu prakerja.

Survei Peranan Program Kartu Prakerja di Masa Pandemi dilaksanakan pada 27 Juli sampai 2 Agutus 2021, melalui wawancara telepon (telesurvei).

BACA JUGA: Blibli Gelar Buah Nusantara 2021, Ada Cashback 17 Persen Lho

Hasilnya menunjukkan insentif yang diperoleh setelah mengikuti program kartu prakerja digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar atau pokok, seperti membeli sembako atau bahan pangan.

"Dijawab 86.7 persen dari responden," kata Fajar dalam rilis survei CSIS Peranan Program Kartu Prakerja di Masa Pandemi, yang disiarkan secara daring pada Jumat (13/8).

BACA JUGA: Kecewa dengan Billy Syahputra, Ketua Waria Indonesia: Kami Dianggap Seperti Sampah

Kemudian penerima insentif kartu prakerja juga menggunakannya untuk membayar listrik, membeli pulsa internet atau paket data.

Menurut Fajar, insentif kartu prakerja yang diberikan pascapelatihan mampu menjadi buffer atau bantalan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

BACA JUGA: GAPPRI Layangkan Surat kepada Presiden Jokowi

Survei CSIS ini juga menemukan, 42,4 persen responden menjawab digunakan untuk menambah modal usaha.

"Ini terkait pada (tujuan) kartu prakerja dapat memberikan kail daripada memberikan ikan saja," kata Fajar.

Hal ini menurut Fajar menarik. Sebab dari 2.000 responden, 42,4 persen (849 responden) menjawab menggunakan insentif pascapelatihan itu untuk menggunakan modal usaha.

"Nah dari penggunaan sebagai modal usaha ini kita lihat hampir setengahnya (47,7 persen dari 849 responden yang menjawab menggunakan sebagai modal usaha) digunakan untuk membeli barang yang dijual kembali. Dan 29,2 persen menggunakan untuk membeli barang sebagai bahan produksi seperti tepung untuk membuat adonan roti/kue untuk dijual," jelas Fajar.

Sementara, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari menilai program Prakerja tidak hanya memberikan ikan, tetapi juga kail.

"Ini program yang juga perlindungan sosial, kalau hanya memberikan uang, mungkin uang akan habis untuk bayar listrik/air, bahan pangan, tetapi untuk mendapatkan uang ini juga harus belajar dulu, diwajibkan untuk mengambil kail dulu sebelum bisa dapat ikannya," kata Denni.

Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto telah mengumumkan menambah alokasi anggaran program Kartu Prakerja sebesar Rp1,2 triliun, sehingga total anggaran untuk 2021 berjumlah total Rp21,2 triliun.

Penambahan anggaran Rp1,2 triliun tersebut termasuk dalam skema paket penambahan Rp10 triliun bantuan PPKM, yang dibagi dengan program bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp8,8 triliun.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler