Program Kuliah Gratis untuk 100 Kades, Pemprov Bengkulu Menyiapkan Rp 400 Juta

Minggu, 11 Desember 2022 – 21:00 WIB
Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Bengkulu. ANTARA/Anggi Mayasari

jpnn.com - KOTA BENGKULU -  Pemerintah Provinsi Bengkulu menyiapkan anggaran Rp 400 juta untuk program kuliah gratis 100 kepala desa di perguruan tinggi negeri Universitas Terbuka.

Dana ini bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Provinsi Bengkulu 2023.

BACA JUGA: Pegawai Dinsos Lebak Nekat Korupsi Dana Bansos Rp 300 Juta Untuk Bayar Utang

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Bengkulu Raden Ahmad Denni mengatakan peserta kuliah gratis 100 kades yang berasal dari seluruh wilayah di Bengkulu itu telah ditentukan sehingga mendapatkan gelar sarjana atau strata satu atau S1.

"Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menyiapkan anggaran sebesar Rp400 juta untuk program kuliah 100 kepala desa melalui APBD 2023," kata Raden Ahmad Denni di Kota Bengkulu, Minggu (11/12). 

BACA JUGA: ISTN Tawarkan Beasiswa, Mahasiswa Kuliah Gratis sampai Lulus

Saat ini, dia mengatakan,  pihaknya menunggu surat dari UT terkait jadwal pelaksanaan perkuliahan tersebut dimulai.

Raden menjelaskan bahwa anggaran untuk kades yang dikuliahkan tersebut akan dibayarkan langsung ke UT sebesar 2,8 juta per semester yang berasal dari APBD Provinsi Bengkulu.

BACA JUGA: IDI Manokwari Bersama Puluhan Dokter Spesialis Menggelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Kemudian, kades yang terpilih nantinya akan berkuliah pada angkatan pertama secara daring selama lima semester hingga menamatkan jenjang S1.

Dia berharap program kuliah gratis untuk kepala desa ini dapat membawa dampak yang positif bagi peningkatan sumber daya manusia, khususnya aparatur sipil desa.

"Selain itu juga dapat meningkatkan kualitas kepala dan seluruh perangkat desa yang ikut program kuliah gratis," katanya. 

Sebelumnya, Pemprov Bengkulu telah menyiapkan Rp 280 juta dari APBD 2022 untuk pelaksanaan kuliah gratis yang seharusnya dilaksanakan pada tahun ini. 

Namun, karena belum mendapatkan jadwal perkuliahan dari UT maka pelaksanaan perkuliahan dimulai pada 2023 dan anggaran tersebut dikembalikan ke kas daerah. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler