Program Penyebaran Nyamuk Wolbachia Bikin Resah, Bappenas Lakukan Ini

Minggu, 03 Desember 2023 – 15:06 WIB
Soal Program Penyebaran Nyamuk Wolbachia, Bappenas Senggol Kemenkes. Foto: Romaida/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian PPN/Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) akan berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait program penyebaran nyamuk yang disuntik Wolbachia.

Komunikasi ini sehubungan dengan audiensi Bappenas dengan sejumlah pegiat kesehatan yang berdemo di depan Kantor Pusat Kementerian PPN/Bappenas.

BACA JUGA: Tingkatkan Pengelolaan Otsus, Bappenas Gelar Program Magang 18 ASN Papua Barat

Staf Khusus Menteri Kementerian PPN/BAPPENAS Kemal Taruc mengatakan pihaknya akan melakukan verifikasi informasi terkait risiko penyebaran nyamuk Wolbachia.

"Teman-teman sudah bilang akan komunikasi ke Kemenkes," kata Kemal Taruc kepada awak media, baru-baru ini.

BACA JUGA: Kemendagri & Kemenkes Berikan Penghargaan Swasti Saba kepada 176 Daerah

Bappenas meminta agar program ini tidak dipaksakan jika masih ada masyarakat yang resah atau ragu akan dampak dari program.

Kemal Taruc Kemenkes perlu mendengarkan kekhawatiran masyarakat sebelum memutuskan untuk menyebarkan nyamuk.

BACA JUGA: Pengusaha Tangerang Dukung Pasukan TNI dengan Cairan Pengendali Nyamuk Malaria

Meyakinkan kembali kepada masyarakat dengan memberikan bukti konkret dan ilmiah yang dapat memastikan aman dari risiko.

"Melibatkan media, anda lakukan itu. Jadi, semua terang terbuka. Kalau semua orang sepakat keputusannya begitu. Kalau masih bingung, jangan dipaksa lah," tuturnya.

Kemal menyatakan pihaknya sudah mencoba berkoordinasi dengan tim Kemenkes. Dia akan meminta penjelasan terkait program ini dengan detail.

Secara pribadi, Kemal mengaku masih meragukan program penyebaran nyamuk Wolbachia ini.

Oleh karena itu, dia berharap menteri PPN/Bappenas dapat memberikan rekomendasi kepada Kemenkes untuk mengkaji ulang program penyebaran ini.

"Kalau enggak papa, lepas. Kalau enggak bisa (ada masalah), kan, enggak bisa ditarik lagi," imbuhnya. (mcr31/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler