Program Wajib Belajar 12 Tahun Tak Maksimal, Ini Penyebabnya

Kamis, 24 September 2015 – 19:51 WIB
Siswa SD. FOTO: Doni K/dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Wajib belajar (Wajar) 12 tahun yang dicanangkan pemerintah di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga saat ini belum berjalan maksimal. Masalah utamanya terkait politik anggaran yang tidak berpihak pada program tersebut.

“Program wajar 12 tahun sudah lama kami cetuskan. Sayangnya kebijakan ini tidak berbanding dengan anggaran. Itu sebabnya banyak program yang tidak jalan," kata‎ Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Hamid Muhamma‎d, Kamis (24/9).

BACA JUGA: Mau Tingkatkan Mutu Pendidikan atau Tampung Tenaga Kerja

Meski anggaran terbatas, menurut Hamid, Kemdikbud akan tetap menyerahkan program pendidikan menengah ke provinsi mulai April hingga Oktober 2016. Jadi masing-masing kepala daerah bertanggung jawab atas program wajar tersebut.

“Pemda jangan hanya ingin anggarannya dari pusat terus. Pendidikan menengah menjadi tanggung jawab pemda juga. Makanya, tahun depan kewenangannya kami serahkan ke daerah,” tuturnya.

BACA JUGA: Cegah Kecurangan, Pendaftaran Siswa Harus 100 Persen Online

Dengan kebijakan tersebut, Hamid berharap target 97 persen siswa bisa mengecap pendidikan menengah bisa tercapat pada 2020.(esy/jpnn)

BACA JUGA: Sekolah Terbaik di Indonesia Adalah Swasta, Terjelek Juga Swasta

BACA ARTIKEL LAINNYA... 23,2 Persen Guru Malas Ngajar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler