Properti Butuh Lebih Banyak Stimulus

Selasa, 08 Mei 2018 – 01:28 WIB
Ilustrasi properti. Foto: Balikpapan Pos/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Asosiasi pengembang hunian Realestat Indonesia (REI) wilayah Jakarta menyebutkan, pada periode awal 2018 ini, pertumbuhan penjualan properti masih moderat di angka satu digit.

Ketua REI Jakarta Amran Lukman menjelaskan, survei terhadap anggotanya menunjukkan bahwa pengembang memprediksi ada pertumbuhan, tetapi tetap di angka satu digit.

BACA JUGA: Properti di Bekasi Timur Semakin Seksi

’’Satu dua pengembang mungkin mengalami pertumbuhan lebih dari dua digit. Namun, rata-rata mematok angka pertumbuhan yang tidak terlalu besar,’’ ujar Amran saat ditemui di acara Mandiri Property Expo 2018, Sabtu (5/5).

Hunian di bawah Rp 1 miliar diperkirakan REI masih menjadi incaran pada tahun ini.

BACA JUGA: Infrastruktur Topang Properti Segmen Premium

Sebab, peminat properti paling potensial adalah keluarga muda atau generasi milenial.

Karena itu, dalam mendorong pasar properti, pengembang juga berharap sektor perbankan dapat lebih aktif membantu developer untuk meningkatkannya.

BACA JUGA: The Trans Icon, Ikon Baru Properti di Surabaya

Salah satu caranya adalah bermain di sektor menengah ke bawah.

Menanggapi itu, pihak perbankan juga cukup optimistis menghadapi tantangan pasar properti.

Executive Vice President Consumer Loans Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo menyatakan, lewat pergelaran pameran properti, pengembang berkesempatan mengomunikasikan produknya lebih baik kepada konsumen.

Perbankan bisa menawarkan program pembiayaan KPR yang menarik sehingga merangsang minat konsumen.

’’Dalam kesempatan pameran tersebut, kami menawarkan bunga KPR 5,5 persen fixed dua tahun pertama kepada calon pembeli rumah,’’ jelas Ignatius.

Bank Mandiri menargetkan mampu membukukan pencairan KPR sampai Rp 400 miliar pada pameran yang berlangsung sejak 5 Mei hingga 13 Mei tersebut.

Ignatius mengungkapkan, hingga 31 Maret 2018, penyaluran KPR Bank Mandiri telah mencapai Rp 40,45 triliun.

Angka itu tumbuh 11,11 persen bila dibandingkan dengan Maret 2017. (agf/c14/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rumah Tapak dan Pulau Reklamasi Berpotensi Jadi Bom Waktu


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler