Proses Transformasi Rampung, Begini Strategi Pertamina Patra Niaga

Sabtu, 11 September 2021 – 15:15 WIB
Proses serah terima dokumen legal end state oleh Dirut PT Pertamina (Persero) dengan Dirut Pertamina Patra Niaga C&T. Foto: dok Pertamina

jpnn.com, JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga (PPN) awal September lalu merampungkan proses restrukturisasi holding sub holding dengan PT Pertamina (Persero) melalui tandatangan dokumen legal (legal end-state).

Melalui penandatanganan itu, PPN saat ini resmi melaksanakan tugas dan amanah selaku Sub Holding Commercial & Trading (SH C&T) dari PT Pertamina (Persero).

BACA JUGA: Pertamina Dukung Transformasi PIS jadi Subholding Integrated Marine Logistics

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T PT Pertamina (Persero), Alfian Nasution mengatakan dengan selesainya dokumen legal PPN siap berlari mencapai visi perusahaan yakni sebagai salah satu perusabisnhaan energi dalam bidang commercial & trading terbesar di Kawasan Asia Pasifik guna mendukung pencapaian Pertamina USD 100 Miliar di tahun 2024.

“SH C&T siap menjalankan peran dan tugas dalam proses penyediaan dan distribusi energi di seluruh penjuru negeri, memperluas dan mengambil potensi bisnis produk Petrokimia serta peluang layanan di regional,” kata Alfian.

BACA JUGA: Soal Kompleks Petrokimia Pertamina, Ridwan Kamil: Masa Depan Kesejahteraan Indramayu

Dia menambahkan dengan legal end-state pihaknya juga bertugas mengelola bisnis bahan bakar minyak (BBM), LPG, Avtur, serta produk Petrokimia, baik secara business to business (B2B) maupun business to customer (B2C) secara langsung.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya turut mengelola seluruh infrastruktur fuel terminal, depot LPG, depot pengisian pesawat udara (DPPU).

BACA JUGA: Di Ajang Anugerah BUMN 2021, Pertamina Patra Niaga Borong 4 Penghargaan

“Kita pastikan keandalan operasional, pasokan, dan layanan kepada masyarakat, tentunya dengan memperhatikan dan menjaga aspek HSSE dalam pelaksanaannya,” tutur Alfian.

Alfian menegaskan pihaknya langsung menjalankan dua strategi, yakni strategi konsolidasi terkait dengan makin adaptif dan agile-nya perusahaan menyerap dan merespon pasar.

Sementara strategi ekspansi mengambil peluang pasar untuk produk baru yang belum dimaksimalkan serta merespon dan ekspansi ke pasar regional dan internasional.

Dalam mencapainya, ada enam program atau 6G yang pasca legal end-state langsung dilanjutkan, yakni Go Retail, Go Digital, Go Customer, Go Petchem, Go Solution, dan Go Expand.

“Sudah jelas melalui visi, strategi, dan program utama kami, Pertamina Patra Niaga akan lebih fokus dan agile dalam melayani kebutuhan energi masyarakat," katanya.

Dia berharap dengan fokus perusahaan yang sudah jelas itu, bisa memastikan ketersediaan energi yang mudah dan terjangkau bagi masyarakat.

"Kita juga harus adaptif dan menyiapkan diri terhadap proses transisi energi yang saat ini sedang terjadi dalam rangka mendukung net zero emission,” imbuhnya.

Alfian turut berpesan kepada seluruh jajaran untuk terus memperkuat soliditas, optimisme, dan memupuk kerja sama untuk membuktikan bahwa organisasi baru dan kepercayaan yang diberikan kepada Pertamina Patra Niaga dalam menjalankan tugasnya sebagai SH C&T dapat terlaksana makin baik lagi.

“Mari bersama-sama kita buktikan, kita dapat mengemban tugas ini dengan baik, bahwa tugas dan amanah ini kita laksanakan dengan maksimal,” tandas Alfian. (mrk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pertamina Patra Niaga Bantu Warga Plumpang Cegah Penyebaran Virus Corona


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Tim Redaksi, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler