Proyek Kereta Cepat Dilanjutkan ke Surabaya, Pemerintah Berniat Gandeng Jepang

Jumat, 29 Mei 2020 – 14:09 WIB
Proyek trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Foto: Jabarekspres

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah tengah merencanakan pembangunan proyek kereta cepat dari Jakarta hingga Surabaya. Sejauh ini, pemerintah sedang membangun proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang dikerjakan oleh Tiongkok, nantinya dalam melanjutkan infrastuktur Bandung-Surabaya akan menggandeng pihak Jepang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, usulan itu datang dari Presiden Joko Widodo.

BACA JUGA: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bisa Tertunda karena Corona

"Program KA Cepat Jakarta-Bandung, arahan presiden KA Cepat ini dilanjutkan. Artinya perencanaannya dari Jakarta-Bandung, Bandung-Surabaya. Sehingga tentu nanti akan ditindaklanjuti oleh Pak Menteri BUMN," kata Airlangga setelah mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo tentang evaluasi PSN untuk pemulihan ekonomi nasional dampak Covid-19 melalui telekonferensi, Jumat (29/5).

Dengan begini, wacana proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Surabaya batal. Sebab, pembangunannya sudah diintegrasikan dengan proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung dan Bandung-Surabaya.

BACA JUGA: Jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Diteruskan sampai Surabaya

Mengenai pengembangan proyek itu, Airlangga mengatakan ada wacana menghadirkan konsorsium baru. Sejauh ini, pemerintah merencanakan Jepang sebagai pihak pengerjaan proyek.

"Diusulkan agar konsorsium bisa ditambah dari konsorsium dari Jepang," kata Airlangga.

BACA JUGA: Penyakit GERD Sering Muncul Setelah Lebaran, Apa Penyebabnya?

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan Proyek Strategis Nasional yang dikerjakan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Berdasarkan informasi KCIC, hingga saat ini progres proyek mencapai 43,45 persen dan tengah dikerjakan pembangunan 13 terowongan. Sementara progres pembebasan lahan mencapai 99,96 persen.

Kereta cepat Jakarta-Bandung akan memiliki panjang 142,3 kilometer dengan empat stasiun pemberhentian yakni Halim, Karawang, Walini, dan Tegalluar.

Dari jalur tersebut sebanyak 80 kilometer dibangun secara melayang, sedangkan, sisanya digarap di atas tanah yang di antaranya melalui terowongan yang menembus bukit.(tan/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler