JAKARTA - Lebaran benar-benar mendatangkan keuntungan bagi sebagian warga di beberapa daerahSoalnya, di saat para pembantu rumah tangga (PRT) mudik ke kampung halamannya masing-masing, PRT dadakan banyak dibutuhkan
BACA JUGA: Sholat Ied di Pelabuhan Sunda Kelapa
Dengan bayaran sekitar Rp 50 ribu-Rp 200 ribu perhari, ribuan PRT dadakan ini menyerbu Jakarta dan Depok.Sebut saja seorang pembantu bernama Fani
BACA JUGA: 17 Kereta Tambahan Disiapkan Untuk Arus Balik
”Lumayan mas penghasilanyaHal yang sama juga diungkapkan Sringatini (30)
BACA JUGA: Sepeda Motor untuk Mudik Nyaris Tembus Sejua Unit
Dia mengaku pada lebaran tahun lalu mendapatkan penghasilan sebesar Rp 2.000.0000 selama 14 hari bekerja di rumah majikan di Jakarta.Fani dan Sringat menjadi PRT dadakan melalui jasa sebuah penyalur tenaga kerja, pramuwisma, dan babysitter di Jalan Kartini, Pancoran Mas, Depok.Seorang bos penyalur PRT, Yati, mengatakan, seperti pada tahun-tahun lalu, permintaan PRT dadakan ke pihaknya selalu mengalami kenaikanHal ini disebabkan banyaknya majikan yang tidak mau repot, setelah ditinggal pembantunya pulang kampung”Setiap tahun kita selalu menyediakan sekitar hampir 1.000 PRT dan babysitter pengganti," jelasnya.
Wilayah penyebaran PRT dadakan tak hanya di Depok ajaMelainkan juga ke Jakarta, Bekasi, Tangerang, Purwakarta, Bogor, Cilegon, Bandung, Cikampek, dan KarawangSetiap pelanggan biasa mengambil antara satu sampai lima PRT.
Kata dia, para PRT yang diambilnya ini berasal dari 40 kabupaten di tujuh provinsi, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, NTT, NTB, dan Sumatera SelatanMayoritas wanita dengan usia di atas 17 tahun
Mereka rata-rata adalah ibu rumah tangga dan kebanyakan berasal dari Jawa Tengah”Untuk kebutuhan Lebaran, di setiap kabupaten kita memiliki pengumpul PRTSetelah terkumpul, para calon PRT diberangkat dengan bus ke Depok,” ujarnya.
Bagaimana dengan penghasilan pembantu" Setiap PRT dadakan menerima penghasilan sebesar Rp 75 ribu per hari, sedangkan biaya administrasi untuk yayasan sebesar Rp 200 ribu per pembantuSementara babysitter mendapatkan penghasilan sebesar Rp 100 ribu per hari
Sementara itu, Jakarta semakin diramaikan dengan bermunculannya para pengemis di berbagai pelosok kotaPengemis-pengemis baru itu tidak hanya beroperasi di perempatan-perempatan jalan, tetapi juga berkeliaran ke permukiman penduduk, perkantoran pemerintah dan tempat-tempat perbelanjaan.
Pengemis yang umumnya berasal dari luar kota itu kebanyakan terdiri atas anak-anak kecil dan ibu-ibuBeberapa pengemis anak-anak yang ditemui Nonstop mengaku datang secara berombongan dari daerah asalnya masing-masing
"Kami datang dari Juntinyuat, Indramayu, secara berombongan sebanyak 10 orang," kata Hestini (10)Dua anak kecil pengemis lainnya mengaku datang dari Teluk Naga, Kabupaten Tangerang.(JPNN)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Jakarta Lengang, Puncak Padat
Redaktur : Tim Redaksi