PSI: Prabowo Penyebar Ketakutan dan Pesimisme

Kamis, 21 Juni 2018 – 06:11 WIB
Juru bicara PSI Dedek Prayudi. Foto: Ist

jpnn.com, JAKARTA - Juru bicara PSI Dedek Prayudi mengkritik pidato Prabowo Subianto mengenai kondisi negeri saat ini. Menurut dia, ketua umum Gerindra itu sedang memainkan politics of fear untuk memenangkan calon dari Gerindra dalam pilkada maupun pemilu.

"Sah-sah saja, tapi anak muda lebih suka dengan politics of hope, cara berpolitik yang menghadirkan harapan melalui program kongkrit, bukan menyebar ketakutan dan pesimisme," kata politisi muda yang kerap disapa Uki ini dalam keterangan tertulinya, Rabu (20/6).

BACA JUGA: Tak Usah Serius Tanggapi Kritik Prabowo pada Jokowi-JK

Dalam pidato yang disebarluaskan lewat akun Facebook pribadinya tersebut, Prabowo mengungkapkan kekhawatiran bahwa kehidupan bangsa Indonesia tengah berada di arah yang salah. Dia berpandangan, sistem bernegara, politik dan ekonomi Indonesia saat ini sudah menyimpang.

Terkait opini Prabowo itu, Uki mengatakan bahwa sebenarnya sangat mudah untuk melihat apakah Indonesia sudah berada di jalur yang benar atau belum. Kuncinya adalah memperhatikan laju pembangunan.

BACA JUGA: Gerindra: Amien Rais jadi Capres Cuma Wacana

"Bangsa ini memang masih memiliki banyak sekali tantangan pembangunan tapi kalau saja Pak Prabowo teliti dalam melihat laju pembangunan beberapa tahun belakangan, saya yakin beliau paham kenapa Indonesia sudah berada pada track yang benar," ujar Uki.

Dari sisi ketimpangan ekonomi, Indonesia terus bergerak ke arah yang lebih baik. Hal itu terbukti dari rasio Gini yang makin kecil dari tahun ke tahun.

BACA JUGA: Sandi: Gerindra Masih Menghargai Pak Jokowi

Perkembangan positif tersebut, lanjut Uki, tak lepas dari strategi pemerintah yang fokus kepada pemecahan ketimpangan.

"Redistribusi aset dan lahan, upaya memperkuat akses pada modal seperti kartu Indonesia pintar dan kartu Indonesia sehat, dan pendidikan vokasi pada pariwisata serta industri kreatif, terbukti menekan ketimpangan di masyarakat," lanjut Uki.

Mantan peneliti kebijakan United Nations Population Fund ini juga menyinggung soal pendapatan rakyat yang menurut Prabowo sangat kecil. Dia menyebut pendapat Prabowo itu sangat tidak masuk akal dan non-ilmiah.

"BPS dan ILO mencatat bahwa rata-rata gaji penduduk Indonesia sudah di atas garis kebutuhan ataupun UMR," terang Uki.

Berbagai indikator lainnya juga menunjukkan bahwa apa yang disampaikan Prabowo tidak tepat. Salah satunya adalah indeks pembangunan manusia yang trennya terus meningkat di seluruh wilayah Indonesia.

"Belum lagi kalau kita bicara jumlah pengangguran dan penduduk miskin dimana pada tahun 2017 mencapai titik terendah sejak era reformasi menurut data BPS. Hal ini membuktikan bahwa Pak Prabowo seorang pesimis dan abai dalam melihat perkembangan kemajuan terakhir," ketus Uki. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fadli Zon Berpotensi Menggagalkan Pencapresan Prabowo


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler