PSK Akhirnya Blak-blakan: "Saya Dipaksa Pegang Anu-nya" dan "Saya Dipaksa Melayani Di Kamar Mandi"

Buntut Panjang Oknum Satpol PP Lecehkan PSK yang Terjaring Razia

Rabu, 16 Desember 2015 – 05:25 WIB

jpnn.com - BANDARLMAPUNG - Salah seorang PSK berinisial Ld (29) akhirnya blak-blakan akan perlakuan kasar yang mereka terima dari satpol PP yang menjaring mereka saat razia. 

Menurut Ld, perilaku oknum anggota Banpol PP Bandarlampung saat menggelar razia PSK sangat keterlaluan. Sebab selain mendapatkan perilaku kasar, dirinya kerap menjadi korban pelecehan seksual. 

BACA JUGA: SPRI Serius Bawa Oknum Satpol PP yang Lecehkan PSK Terjaring Razia Ke Meja Hijau

”Saat itu, saya dan teman-teman lainnya terjaring razia. Sudah diperlakukan kasar seperti binatang, ditambah jadi korban pelecehan saat di kantor Banpol PP Bandarlampung,” bebernya.

PSK yang mangkal di daerah Mangga Dua, Telukbetung, Bandarlampung, ini mengaku mendapatkan perilaku tidak senonoh oleh oknum anggota Banpol PP usia menggelar razia PSK. Perbuatan tidak terpuji itu dilakukan usai pendataan para PSK yang terjaring.

BACA JUGA: Mantap! Penjualan Mobil Tetap Kece Badai

“Saat itu sih, saya diminta untuk memijat salah satu anggota Banpol PP. Katanya dia capek, habis razia. Dia berjanji memberi uang Rp50 ribu kalau saya melayani untuk berkencan dengan dia. Saat ditolak, saya dipaksa untuk memegang kemaluannya,” ungkapnya seraya mengaku pelecehan itu dilakukan di kantor Banpol PP.

Para PSK yang terjaring lainnya, juga mendapatkan perilaku yang hampir sama. Seperti pengakuan PSK lainnya, Id. Menurut dia, saat hendak buang air di kamar mandi, PSK harus ditemani oleh oknum anggota Banpol PP berjenis kelamin laki-laki. 

BACA JUGA: Penyidik Senior KPK Ini Bakal Disidangkan Awal Tahun

Baca: Lantaran Takut Dianiaya, Remaja 17 Tahun Ini Rela Digarap Habis Sejak Tahun 2014

”Saya juga mendapatkan perilaku sama. Saat itu, saya mau buang air kecil tapi yang mengawal bukan anggota yang wanita, melainkan laki-laki. Disitu saya diminta untuk melayaninya. Karena dipaksa, saya mau mengikuti permintaannya,” kata Id.

Sebelumnya, Banpol PP menyatakan telah menyiapkan 200 personel untuk mengamankan jalannya demonstrasi para korban dan massa dari SPRI Lampung itu.(ozy/p3/c1/fik/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kantor Kelurahan pun Ikut Digasak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler