PSSI Butuh Reformasi Total

Selasa, 27 Agustus 2019 – 21:15 WIB
ILUSTRASI. Logo PSSI. Foto: Amjad/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Kekacauan di dalam tubuh PSSI belum usai setelah terbongkarnya mafia pengaturan skor pertandingan ditambah carut marutnya prestasi timnas sepakbola. Kritik pun terus berdatangan.

Salah satunya datang dari pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi. Menurutnya, jika PSSI masih diisi dengan figur-figur lama yang terkontaminasi dengan mismanajemen sepak bola maka bisa dipastikan akan tetap terpuruk.

BACA JUGA: Berani Tanggung Risiko, Ketua KPSN Siap Laksanakan Inpres Nomor 3 Tahun 2019

"Saya malah berharap tubuh kepengurusan PSSI harus diputus dari orang-orang lama yang gagal membawa perubahan di tubuh organisasi pengurus sepak bola ini. Pengurus dari semua lini seperti Komisi disiplin, Komisi wasit, Komisi banding terutama EXCO harus direformasi total," ujarnya.

"PSSI butuh leadership yang jelas track recordnya. Jika PSSI masih terkait dengan rezim lama, saya pastikan PSSI akan begini-begini saja," ungkap Ari Junaedi.

BACA JUGA: Berita Duka: Isnain Meninggal Usai Bermain Sepak Bola, Masih Kenakan Kostum

BACA JUGA: PSM Makassar vs Persija Ditunda, PSSI: Jangan Salahkan Sistemnya

Menurut peraih penghargaan World Custom Organization Sertificat of Merit 2014 itu, semua stake holder persepakbolaan harus punya komitmen membawa PSSI ke arah perubahan yang lebih baik.

BACA JUGA: KPSN Duga PSSI Berikan Informasi Keliru kepada FIFA

Soal siapakah yang akan menakhodai PSSI ke depannya, sebaiknya para pemilik suara di pemilihan ketua umum nanti punya kewajiban moral untuk tidak sekedar memilih. Tetapi harus dilandasi moral untuk mencari sosok pemimpin yang berintegritas dan teruji. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PSM Makassar vs Persija Ditunda, PSSI: Jangan Salahkan Sistemnya


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler