PSSI Dapat Pendampingan UEFA

Jumat, 22 Agustus 2014 – 09:16 WIB
PSSI Dapat Pendampingan UEFA. JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - PSSI mendapatkan kesempatan menjadi salah satu asosiasi di Asia, yang menjadi proyek percontohan kerja sama UEFA-AFC. Ke depan, PSSI akan mendapatkan pendampingan untuk pengembangan teknis, pengembangan manajemen klub, stadion-kemanan pertandingan, dan pengembangan klub.

Dalam kunjungan perwakilan AFC dan UEFA di ke PSSI selama dua hari pada 20 dan 21 Agustus, ada tiga perwakilan UEFA dan satu perwakilan AFC yang datang. Mereka adalah  Alex Philips (Head of Stakeholder Affair UEFA), Mark Timmer (Head of Stadia and Security UEFA), serta Tom Gorissen (Advisory Manager UEFA) dan Director and Member Assosiaction AFC Sanjeevan Balasingam.

BACA JUGA: Atletico Madrid v Real Madrid: Menanti Strategi Ancelotti

Dipilihnya Indonesia menurut Sanjeevan dikarenakan potensi dan besarnya gairah sepak bola di Indonesia. Selain itu, Indonesia dinilai sebagai asosiasi yang karakternya unik, dengan kompetisi yang menurut AFC sedang berkembang saat ini.

'Ini adalah awal untuk kemudian diperinci kerja samanya. Dari hasil diskusi, yang harus dikembangkan oleh PSSI adalah manajemen klub, analisis finansial, dan stadion-keamanan,' kata lelaki asal Malaysia tersebut.

BACA JUGA: Timnas U-19 Dievaluasi, Indra Sjafri Diminta Lebih Variatif

Sementara itu, Alex menambahkan jika PSSI memiliki struktur yang bagus dan perencanaan strategi yang jelas. Melihat keinginan besar untuk berubah itulah, UEFA merasa tertantang untuk bisa menularkan pengetahuan dan pengalaman mereka membesarkan sepak bola sampai menjadi industri besar seperti saat ini.

Kerja sama ini juga akan dibarengi dengan pendampingan mereka terkait program PSSI terkait club empowerment Program. Dimana, nantinya PSSI akan mengirimkan League Development Officer ke Eropa untuk tindak lanjutnya.

BACA JUGA: Hamilton Takut Gagal

'Ada perkembangan signifikan di Asia. Kami ingin memperkuat sinyal agar jaringan kerja sama antara Asia-Eropa semakin bagus,' tegasnya.

Karena itu, Tom yang memiliki keahlian dalam analisa bisnis siap untuk memberikan masukan agar kompetisi lebih kompetitif. Pun demikian dengan strategi bisnis sepak bola di Indonesia.

Sayangnya, saat disinggung terkait realitas klub yang masih belum profesional, banyaknya pemain yang tak dibayar, dan pemain yang mati di Indonesia, perwakilan UEFA hanya menjawab diplomatis. Bagi mereka, kondisi itu sempat dialami oleh Eropa dahulu, dan dengan komitmen untuk mengubahnya, sekarang kompetisi menjadi besar.

'Kalau itu kembali kepada keinginan untuk membuat standard, seperti club licensing. Karena itu kami melakukan restandarisasi, sampai kondisinya seperti sekarang,' tandasnya. (aam)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ancelotti Tunjuk Casillas Sebagai Kiper Utama


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler