PSSI Tetap Izinkan Klub Terhukum Berkompetisi, APPI Lapor ke FIFPro dan FIFA

Selasa, 17 Maret 2020 – 21:59 WIB
Liga 2 2020. Foto: antaranews.com

jpnn.com - Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) resmi mengeluarkan sikap terkait pelaksanaan Liga 2 2020 yang menyalahi aturan. Salah satunya soal diizinkannya klub-klub yang bermasalah dengan tunggakan gaji tetap berkompetisi. Mereka juga telah melaporkan hal tersebut ke FIFA.

Sebelumnya, APPI selalu berkoordinasi dengan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) agar tak mengeluarkan rekomendasi Liga 2 terlebih dulu karena lima klub bermasalah dan masih menunggak gaji. Namun, hal itu ditabrak oleh PSSI dengan tetap menggelar kompetisi meski tak ada rekomendasi dan klub-klub masih bermasalah.

BACA JUGA: PSPS Kok Bisa Berkompetisi padahal dalam Kondisi Terhukum? PSSI Beri Jawaban Begini

Klub-klub yang bermasalah itu ialah PSPS pekanbaru Riau, PSMS Medan, Kalteng Putra, Perserang, dan Mitra Kukar. Mereka dinilai bermasalah dengan tunggakan gaji pemain musim lalu.

Khusus PSPS, mereka sudah dinyatakan bersalah karena tidak mampu melunasi gaji pemain. Sebagai sanksinya, tim berjulukan Askar Bertuah dilarang melakukan pendaftaran pemain selama tiga musim berdasarkan hukuman yang dijatuhkan oleh National Dispute Resolution Chamber (NDRC).

BACA JUGA: Driver Taksi Online Selamat dari Perampokan, Pelakunya Tiga Orang, nih Tampangnya

"Bahwa hal lain yang membuat kami sangat kecewa dan berang adalah adanya pelecehan hukum oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru terhadap putusan yang telah berkekuatan hukum tetap dari suatu Lembaga Penyelesaian Sengketa Nasional amanat dari Circular FIFA nomor 1129 yaitu National Dispute Resolution Chamber (NDRC) yang juga merupakan pilot project," bunyi pernyataan resmi APPI, Selasa (17/3).

Dalam rilsi itu juga dipaparkan, bahwa PSSI mengacuhkan putusan NDRC yang menghukum PSPS Pekanbaru Riau untuk tidak dapat melakukan pendaftaran pemain baik tingkat nasional maupun internasional selama tiga periode transfer sebelum melakukan pembayaran gaji pemain yang masih tertunggak. Bahkan, seakan melegalkan penunggakan gaji, PSSI memilih Kalteng Putra yang jelas masih menunggak gaji, sebagai laga pembukaan Liga 2 menghadapi Persiba Balikpapan di Stadion Batakan.

BACA JUGA: Ibu dan Anak Kandung Tepergok Tanpa Busana dalam Kamar saat Digerebek Polisi

Karena itulah, APPI sudah kehabisan kesabaran dan jengah dengan PSSI yang bengal dan kini mundur lagi ke belakang seperti saat masih belum dibekukan oleh pemerintah.

BACA JUGA: Cemburu Istri Selingkuh, Louiker Malah Tega Berbuat Nekat pada Anaknya

"Bahwa terhadap poin (pertama) di atas kami sudah langsung berkomunikasi dan melaporkan hal ini kepada FIFA dan FIFPro untuk memproses dan menindak terhadap adanya pelanggaran terhadap Lembaga penyelesaian sengketa yang dibentuk oleh FIFA tersebut. Meskipun hal ini sangat kami sesalkan karena ada potensi hukuman yang lebih besar yang akan dijatuhkan oleh FIFA yang nantinya justru akan merugikan sepakbola Indonesia itu sendiri," tegas poin APPI tersebut. (dkk/jpnn)


Redaktur & Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
APPI   PSSI   Liga 2 2020   FIFPro   FIFA  

Terpopuler