Puan Maharani Ingatkan Prakiraan Cuaca BMKG Harus Jadi Acuan Produksi Tani

Jumat, 14 Oktober 2022 – 18:30 WIB
Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani. Foto: Kresno/nvl

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan agar prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) harus dijadikan acuan dalam menjalankan proses produksi tani.

Pasalnya, kata Puan, faktor alam masih berpengaruh besar terhadap hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan rakyat.

BACA JUGA: Lihat, Ratusan Wanita Pendukung Puan Maharani Bagi Sembako di Kota Batik

“DPR RI mendesak agar pemerintah mendorong terjadinya transformasi teknologi di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan agar prediksi cuaca terkait perubahan iklim mampu diadaptasi dengan berbagai perubahan pola tanam," kata Puan Maharani dalam keterangan tertulis, Kamis (13/10).

Bila kondisi cuaca tidak memungkinkan, Puan menyarankan petani untuk menunda tanam.

BACA JUGA: Bertemu Presiden Kenya, Puan Singgung Hubungan Historis yang Dipelopori Bung Karno

Selain itu, dia juga mendorong para petani untuk memanfaatkan program asuransi tanaman sebagai antisipasi terjadinya gagal panen.

“Pemerintah harus menggencarkan sosialisasi soal asuransi tanaman sehingga petani mau ikut program ini,” ucap Politisi Fraksi PDIP ini.

BACA JUGA: Hadiri Forum Parlemen Perempuan Dunia di Rwanda, Puan Bilang Begini

Dia menambahkan, asuransi pertanian yang merupakan amanat dari UU 19 tahun 2013 dapat memberi jaminan bagi petani untuk mendapatkan ganti rugi yang sepadan bila mengalami gagal panen.

Dalam pasal 37 ayat (1) UU 19/2013 disebutkan Pemerintah dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya berkewajiban melindungi usaha tani yang dilakukan oleh petani dalam bentuk asuransi pertanian.

Puan mengingatkan, usaha di sektor pertanian, khususnya usaha tani padi, dihadapkan pada risiko ketidakpastian yang cukup tinggi, sehingga program asuransi tamanan sangat penting bagi petani.

“Mulai dari risiko kegagalan panen yang disebabkan perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, serangan hama, dan penyakit atau OPT yang menjadi sebab kerugian usaha petani,” terang Legislator Dapil Jawa Tengah V itu.

Program asuransi tanaman diharapkan bisa memberikan perlindungan terhadap risiko ketidakpastian dengan menjamin petani mendapatkan modal kerja untuk berusaha tani dari klaim asuransi.

Petani pun mendapat bantuan dari Pemerintah dengan premi asuransi yang harus dibayar secara swadaya sebesar 20% proporsional sesuai luas area diasuransikan, dan 80% biaya premi merupakan subsidi. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kedekatan PDIP-Golkar Berpeluang Usung Ganjar-Airlangga atau Puan-Airlangga


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler