Puan Mengajak Masyarakat Papua Jaga PLBN Sota, Begini Alasannya

Minggu, 03 Oktober 2021 – 23:59 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, MERAUKE - Ketua DPR RI Puan Maharani mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Sota, Merauke, Papua, Minggu (3/10).

Dalam pemaparannya Puan meminta agar PLBN yang menghubungkan Indonesia dengan Papua Nugini dapat dijaga dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

BACA JUGA: Puan Minta Vaksinasi di Papua Dipercepat, Ini Alasannya

Pada peresmian Puan turut menabuh alat musik tradisional Papua, Tifa, bersama Presiden Jokowi sebagai simbol peresmian PLBN Sota.

Di PLBN Sota, Puan bersama Jokowi meninjau proses keimigrasian.

BACA JUGA: Bu Risma Optimistis Papua Mampu Mengembangkan Motor Baterai

Kegiatan juga turut dihadiri Menko Polhukam Mahfud MD, Mendagri Tito Karnavian yang juga merupakan Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Kemudian, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Bupati Merauke Romanus Mbaraka dan Bupati Asmat Elisa Kambu.

BACA JUGA: Indonesia Belum Dapat Kuota Umrah, Syarief Hasan Mengingatkan Pemerintah

“Tolong PLBN Sota ini dijaga, dirawat, dan kualitas layanannya terus ditingkatkan. PLBN Sota milik kitorang semua,” ucap Puan yang hadir memakai tas noken khas Papua.

PLBN Sota menjadi PLBN ke-8 yang dibangun pemerintah di perbatasan-perbatasan Tanah Air.

Sota merupakan PLBN kedua di Papua yang dibangun setelah PLBN Skouw dan sebagai bagian dari pembangunan 11 PLBN berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 PLBN Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan.

Pembangunan PLBN Sota mengadopsi ornamen serta kearifan lokal dengan bentuk dan warna Tifa, sarang semut serta motif dan warna cokelat.

Pembangunan juga memperkuat landmark tugu perbatasan dan tugu 0 Km.

Di PLBN Sota terdapat lambang negara Garuda Pancasila yang besar serta tugu Prokmator sekaligus Presiden pertama RI, Sukarno. Puan menyebut pembangunan PLBN merupakan penguatan martabat negara.

“Karena PLBN menjadi gerbang rumah kita. Kalau ada tamu yang mau datang, maka pertama yang akan mereka lihat adalah gerbang kita. Jika gerbangnya bagus, maka biasanya langsung tamunya akan kagum karena tahu di dalam rumahnya juga bagus.”

“Kalau gerbangnya jelek, tamunya bisa langsung memandang rumah kita sebelah mata karena dianggap dalam rumahnya juga jelek,” katanya.

PLBN Sota dibangun dengan konsep terintegrasi dan fasilitasnya lengkap.

Selain pos pemeriksaan imigrasi, PLBN dilengkapi dengan fasilitas umum dan sosial seperti pasar, tempat ibadah, area parkir, mes pegawai, hingga jalan pedestrian.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu berharap pembangunan PLBN Sota dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.

Apalagi, kata Puan, dalam delapan bulan terakhir terdapat surplus perdagangan perlintasan barang ekspor impor melalui PLBN Sota.

“Dengan peningkatan kualitas fisik dan layanan di PLBN Sota maka harapan kita adalah akan berujung kepada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia di Merauke,” katanya.

Untuk periode Januari-Agustus 2021, nilai ekspor melalui PLBN Sota sekitar Rp 107 juta dan nilai impor sekitar Rp 62 juta.

Produk unggulan dari Merauke berupa kebutuhan harian seperti beras, tepung terigu, tepung beras, kemudian komoditas perkebunan seperti pinang dan sirih, lalu komoditas tanaman pangan seperti bawang merah.

“Makin bergeliatnya ekonomi masyarakat, termasuk di Pasar PLBN, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, yang pada akhirnya menambah kesejahteraan rakyat,” pungkas Puan Maharani. (**/JPNN)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler