Puan, Sarinah, dan Perjuangan Kartini Masa Kini

Jumat, 22 April 2022 – 03:30 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani. Ilustrasi. Foto: Humas DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Mal Sarinah kini punya wajah baru setelah rampung direnovasi. Berbagai kalangan berbondong-bondong menyambut dibukanya kembali pusat perbelanjaan yang terletak di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat itu, tak terkecuali Ketua DPR Puan Maharani.

Puan sempat mengunjungi Sarinah pada akhir Maret lalu, ditemani sepupunya, Puti Guntur Soekarno.

BACA JUGA: Peringati Hari Kartini, Yohanna Murtika Dorong Perempuan Jadi Sosok Inspiratif

Ketua DPP PDI Perjuangan itu pun antusias melihat wajah Sarinah yang kini cantik nan modern, tetapi tetap mempertahankan ciri khasnya dengan hanya menjual produk lokal.

“Alhamdulilah, sekarang Sarinah yang diberikan namanya oleh Bung Karno bisa dibuka kembali dan bagus banget,” kata Puan, Kamis (21/4/2022).

BACA JUGA: Hari Kartini, Lestari Moerdijat Ingatkan Pelajaran Penting bagi Perempuan Indonesia

Puan mengatakan sejak awal Sarinah memang didirikan oleh kakeknya untuk membantu memasarkan produk lokal, khususunya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Namun, sepeninggalan Bung Karno, Mal Sarinah sempat keluar dari tujuan awalnya itu.

BACA JUGA: Puan Ajak Kartini Muda Bantu Majukan Indonesia

Sarinah sempat diisi oleh produk luar negeri. Salah satunya adalah restoran cepat saji McDonalds.

Namun, setelah rampung direnovasi dan dibuka kembali pada 21 Maret lalu, Mal Sarinah dikembalikan pada muruahnya dengan menjual 100 persen produk lokal.

"Mal Sarinah kembali menjadi satu-satunya mal di Indonesia yang tak ada produk impornya. Tentunya ini sangat membantu pengusaha lokal kita, khususnya pelaku UMKM," kata dia.

Bagi Puan, Mal Sarinah bukan sekadar pusat perbelanjaan biasa. Di dalamnya terdapat cita-cita Bung Karno untuk membantu perekonomian rakyat.

Bahkan, sang kakeklah yang memilih nama “Sarinah” untuk bangunan pencakar langit pertama di Indonesia itu.

Sosok Pengasuh Bung Karno

Puan mengatakan nama Sarinah diambil dari sosok Sarinah, pengasuh Soekarno saat kecil.

Saat itu, Soekarno kecil yang baru berumur enam tahun pindah dari Surabaya ke Mojokerto bersama orang tuanya.

Di sanalah, keluarga Soekarno bertemu Sarinah, seorang gadis yang kemudian menjadi asisten keluarga mereka. Namun, Sarinah bukan pelayan dalam pengertian barat.

"Sarinah dianggap bagian dari keluarga. Dari Sarinah, Soekarno mengenal cinta. Sarinah tidak menikah. Selama tinggal bersama keluarga Sukemi, Sarinah juga tidak menerima gaji,” kata Puan.

Soekarno pun menjadi sangat dekat dengan sosok Sarinah. Jika Sarinah sedang memasak di dapur, Soekarno akan duduk di sebelahnya untuk menemani.

Saat itulah Sarinah memberi banyak pesan dan petuah yang kemudian menjadi pelajaran berharga bagi perjalanan hidup Soekarno.

Melalui bukunya yang berjudul “Sarinah, Kewajiban Wanita dalam Perjuangan Republik Indonesia,” Soekarno menjelaskan arti Sarinah bagi dirinya.

“Pengasuh saya bernama Sarinah, ia “mbok” saya. Ia membantu ibu saya, dan dari dia, saya menerima banyak rasa cinta dan rasa kasih. Dari dia, saya banyak mendapatkan pelajaran mencintai “orang kecil”. Dia sendiri pun “orang kecil”, tetapi budinya selalu besar,” tulis Soekarno.

Semangat Kartini Masa Kini

Selain sosok Sarinah, Indonesia juga pernah mempunyai sosok perempuan hebat yang dikagumi.

Lahir di Jepara, 21 April 1879, dialah Raden Ajeng Kartini, yang berperan besar dalam memperjuangkan kemajuan bagi kaum perempuan pribumi.

Memperingati hari Kartini yang jatuh tepat pada hari Kamis, 21 April 2022, Puan pun berharap makin banyak perempuan saat ini yang meneruskan perjuangan Ibu Kartini.

Jika dulu Ibu Kartini memperjuangkan akses pendidikan yang setara bagi para perempuan, maka para kartini masa kini harus berjuang lebih baik lagi.

"Dengan akses pendidikan yang saat ini sudah setara, maka kartini masa kini tak lagi hanya terbatas menjadi ibu rumah tangga, tetapi juga bisa membangun karier menduduki posisi-posisi strategis," kata Puan Maharani.

Ini misalnya bisa dilihat dari jumlah perempuan yang mengisi kursi DPR RI. Representasi perempuan di Senayan terus meningkat dari waktu ke waktu.

Jumlah anggota DPR RI perempuan di periode 2019-2024 mencapai 118 orang, atau mencapai 20,5 persen dari total 575 anggota terpilih

Jumlah itu meningkat dibandingkan periode 2014-2019 lalu, jumlah anggota DPR perempuan yang duduk di Senayan hanya 97 orang.

"Dengan makin banyaknya perempuan yang duduk di posisi strategis seperti di DPR, maka kebijakan yang diambil juga bisa lebih berpihak pada kaum perempuan," kata Puan, perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI.

Puan menegaskan seluruh perempuan di Indonesia bisa menjalani peran di bidangnya masing-masing untuk meneruskan perjuangan Ibu Kartini.

Kuncinya, setiap perempuan harus konsisten dan berupaya untuk terus berkontribusi bagi negeri.

"Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang,” kata Puan mengutip salah satu tulisan RA Kartini.(jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler