Puan Soal NasDem Mendeklarasikan Anies jadi Capres: Monggo-Monggo Saja

Sabtu, 08 Oktober 2022 – 16:55 WIB
Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengomentari langkah Partai NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres di Pilpres 2024. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Ketua DPP PDIP Puan Maharani buka suara soal langkah Partai NasDem yang telah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden di Pilpres 2024.

Puan menyinggung soal aturan yang perlu dipenuhi ketika partai politik ingin benar-benar mengusung seseorang menjadi capres. 

BACA JUGA: Akbar Tanjung Mendukung Anies Capres 2024, Airlangga Perlu Waspada

Hanya saja, putri Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri ini tidak memerinci aturan yang perlu dibenahi partai dalam mengusun kandidat pada kompetisi Pilpres 2024.

“Ya, perlu satu saturan, kesiapan, dan kecukupan, untuk mengusung seseorang atau calon untuk maju dalam kompetisi tersebut,” kata Puan seusai jalan santai bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (8/10). 

BACA JUGA: Ipang: Kalau Elektabilitas Puan Stagnan, Bu Mega Pasti Mengambil Keputusan Bijaksana 

Cucu Proklamator Kemerdekaan RI Soekarno atau Bung Karno itu tetap menghormati hak setiap partai untuk menentukan sosok yang diusung sebagai Capres 2024.

"Jadi, ini salah satu proses demokrasi, monggo-monggo saja," kata Puan yang juga ketua DPR RI itu.

BACA JUGA: Elektabilitas Airlangga Rendah, Golkar Bakal Menanggung Beban Berat

Airlangga Hartarto juga turut mengomentari langkah NasDem mengusung Anies.

“Itu bagian dari demokrasi,” ungkapnya. 

Namun, menteri koordinator bidang perekonomian itu mengingatkan soal adanya ambang batas pencalonan presiden 20 persen. 

Partai NasDem diketahui hanya mengantongi 10,26 persen kursi di DPR atau belum memenuhi syarat PT 20 persen agar bisa mengusung capres sendiri. 

NasDem memerlukan koalisi dengan partai politik lain untuk memenuhi PT 20 persen agar dapat mengusung Anies.

"Ada persyaratan untuk mengusung masuk," lanjut Airlangga.

Dia kemudian menyinggung posisi Partai Golkar dengan PDIP yang berbeda dengan Partai NasDem apabila ingin mengusung kandidat pada Pilpres 2024.

PDIP diketahui memiliki PT di atas 20 persen. Sebab, partai berlambang Banteng itu memiliki 22,26 persen kursi di parlemen.

Sementara itu, Golkar yang berkoalisi dengan PAN dan PPP sudah memenuhi syarat untuk mengusung kandidat sebagai pasangan Capres-Cawapres 2024.

Golkar tercatat memiliki kursi di parlemen sebesar 14,78 persen, PAN memiliki 7,65 persen, dan PPP sekitar 3,30 persen.

"Baik Golkar dan PDIP dua-duanya sudah memenuhi persyaratan itu,” ujar Airlangga. (ast/jpnn) 


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler