Publik Makin Tak Percaya Kepemimpinan SBY

Selasa, 29 Januari 2013 – 18:01 WIB
JAKARTA - Masa kerja pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tinggal 1,5 tahun lagi. Namun menjelang akhir pemerintahannya, tingkat kepercayaan publik justru semakin menurun.

Berdasarkan hasil survey terakhir oleh Lingkaran Survey Indonesia (LSI), sebagian besar publik tidak puas dengan gaya kepemimpinan presiden asal Partai Demokrat itu. "Hanya 35,91 persen publik yang menyatakan puas dengan kepemimpinan SBY," ujar peneliti LSI, Adrian Sopa dalam jumpa pers di kantor LSI, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (29/1).

Angka ini menurun dibandingkan hasil survey yang dilakukan LSI pada bulan Juni 2011 lalu. Pada saat itu kepuasan publik pada kepemimpinan SBY masih sebesar 47,20 persen.

Semakin rendahnya kepercayaan publik ini berimbas pada hilangnya optimisme kemajuan negara. Sebanyak 66,55 persen responden mengaku tidak yakin kondisi Indonesia dalam satu tahun ke depan akan berubah lebih baik. "20,34 persen menilai kondisi justru akan semakin buruk," ucap Adrian.

Rendahnya opini publik terhadap kepemimpinan SBY juga dapat berimbas pada elektabilitas partai Demokrat pada pemilu 2014. Pasalnya, para simpatisan partai berlambang bintang mercy itu selama ini telah menaruh harapan besar kepada SBY selaku pendiri partai. "Mereka yang kecewa pasti akan berpikir dua kali untuk mendukung Demokrat lagi," imbuh Adrian.

Dikatakannya pula, tahun ini SBY harus bekerja keras untuk meraih kembali kepercayaan publik. Hal ini penting agar kepemimpinannya diingat masyarakat secara positif.

"Jika tidak berbuat sesuatu maka Presiden SBY akan meneruskan tradisi buruk semua presiden Indonesia yang menjadi presiden dengan tepuk tangan namun dicemooh publik ketika selesai masa jabatannya," pungkasnya. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... KPK Didesak Periksa Wakil Ketua DPR

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler