Pujian Fahira atas Keberhasilan Jakarta Jadi Kota Terbaik Dunia

Minggu, 01 November 2020 – 18:45 WIB
Senator dari DKI Jakarta Fahira Idris. Foto: Dok DPD RI

jpnn.com, JAKARTA - DKI Jakarta terpilih sebagai kota terbaik dunia dalam Sustainable Transport Award (STA) 2021. Sebelumnya pada 2019, DKI Jakarta berada di posisi kedua.

Anggota DPD Fahira Idris mengatakan, dinobatkannya DKI Jakarta sebagai kota terbaik dunia dalam STA 2021 oleh The Institute for Transportation & Development Policy (ITDP) berkat perbaikan mobilitas kota, dan inovasi sistem transportasi yang sangat signifikan khususnya layanan Transjakarta.

BACA JUGA: Kabar Baru Gempa Turki: Seorang Kakek Berhasil Diselamatkan Usai Terkubur 33 Jam

Fahira mengungkap prestasi itu buah dari kemauan politik kuat dan keberpihakan yang tepat Gubernur Anies Baswedan yang disempurnakan dengan kerja keras dan kerja cerdas Pemrov DKI Jakarta, Transjakarta, dan seluruh pemangku kepentingan transportasi terutama warga ibu kota.

Senator dari DKI Jakarta itu menegaskan penghargaan sebagai kota terbaik dalam layanan transportasi berkelanjutan ini, buah dari keberpihakan kebijakan yang melahirkan berbagai terobosan dan inovasi.

BACA JUGA: Jakarta Kota Terbaik di Dunia, Ferdinand Ingat Kalimat Ahok

"Semua tahu, persoalan transportasi di Jakarta bukan hanya rumit dan kompleks tetapi juga multidimensi serta lintas sektoral," kata Fahira, di Jakarta, Minggu.

"Namun berkat political will, keberpihakan kebijakan maupun anggaran, serta kerja cerdas persoalan transportasi di Jakarta mulai terurai bahkan mendapat pengakuan dunia internasional."

BACA JUGA: Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Terbaik Dunia di Bidang Transportasi, Kalahkan Kota-kota Besar

Salah satu kunci keberhasilan Pemprov DKI Jakarta dalam mengurai dan mengatasi berbagai persoalan transportasi adalah mengerti apa yang menjadi masalah.

Kemudian, mempunyai formulasi dan menjalankan solusi dengan penuh konsistensi.

Selama ini, ujar Fahira, akar persoalan transportasi di Jakarta adalah sistem dan jaringan transportasi antarmoda yang belum seluruhnya terintegrasi dengan baik, sehingga menyebabkan mobilitas penduduk tidak efisien dan efektif.

Selama bertahun-tahun sistem transportasi angkutan jalan raya di Jakarta tidak terhubung dengan baik dengan sistem dan jaringan transportasi berbasis rel.

Begitu pula sistem dan jaringan angkutan bus massal (busway) belum terintegrasi dengan sistem angkutan feeder yang melayani permukiman masyarakat.

Akibatnya dari semua kondisi itu, atau terbatasnya ketersediaan dan pelayanan angkutan umum serta jaringan transportasi belum terintegrasi, menyebabkan masih tingginya penggunaan kendaraan pribadi yang muaranya adalah kemacetan.

Namun, lanjut Fahira, dalam tiga tahun terakhir ini, semua tantangan dijawab dengan solusi.

Pemprov DKI Jakarta secara konsisten membangun sistem transportasi umum yang terintegrasi dalam bentuk interkoneksi antarmoda.

Selain itu berbagai inovasi model manajemen layanan transportasi umum juga dihadirkan.

Pembangunan infrastruktur transportasi difokuskan untuk memudahkan publik mendapat pelayanan transportasi umum.

Mulai dari perluasan daya jangkau transportasi, dan pengintegrasian sistem transportasi umum dengan pusat-pusat permukiman, pusat aktivitas publik, serta moda transportasi publik dari luar Jakarta.

"Dengan keberpihakan ini, warga Jakarta mulai beralih naik transportasi umum,” pungkas Fahira. (boy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler